Renungan: Sabtu Kliwon, 13 Agustus 2016

“… Biarkanlah anak-anak itu, jangan menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah empunya kerajaan Surga…”

Anak kecil dalam berdinamika tidaklah seperti orang dewasa yang selalu mengacu pada tata aturan dan juga arus mainstream kehidupan. Anak kecil seringkali bertingkah konyol, menyebalkan, namun juga menggemaskan dan penuh keluguan. Terkadang kita sebagai orang dewasa merasa marah apabila ada anak kecil yang datang kesuatu acara formal dan kita takut apabila mereka mulai bertingkah konyol seperti itu. Kita takut bila mereka mengganggu keformalan itu, kita takut bila sang empunya rumah terganggu dan marah. Namun, kita lupa bahwa mereka sungguhlah lugu dan polos, sungguh tulus untuk mendekati seseorang.

Kadang kita juga bagaikan anak kecil dihadapan Tuhan, kita seringkali berbuat konyol, berbuat nakal, dan ‘mengganggu’ orang lain. Namun, Tuhan senantiasa membuka tangannya lebar-lebar kepada kita, Ia ingin kita senantiasa datang kepadanya pula bagai seorang anak kecil yang meninggalkan mainannya untuk melepas rindu kepada orang yang mungkin belum dikenalnya secara fisik.

Demikian pula dalam halnya bertobat, hendaknya kita benar-benar dengan tulus hati dan lugu meninggalkan segala ‘mainan’ duniawi kita untuk bergerak maju mendekati Sang Empunya Kerajaan Surga. Karena sesungguhnya kita adalah anak-anak yang Ia tunggu.

Sudah siapkah kita untuk meninggalkan ‘mainan’ duniawi? Sudah siapkah kita untuk pulang kembali pada Bapa?

Inspirasi:
Yeh 18:1-10.13b.30-32
Mat 19:13-15

Radian91

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s