Aturan Pantang dan Puasa dalam Gereja Katolik

40 hari sebelum memasuki Pekan Suci, yang biasa disebut dengan Masa Prapaskah, seluruh umat Katolik akan mempersiapkan diri dalam suatu perziarahan batin. Perziarahan batin tersebut dilakukan dalam beberapa cara baik secara rohani maupun jasmani. Tujuan utama dari peziarahan batin ini adalah agar semakin bertobat, memurnikan diri dan mendekatkan diri kepada kehendak Ilahi.

Cara pengolahan secara jasmani dilakukan dengan 2 cara yakni pantang dan puasa. Pantang yakni menghindari makanan dan atau minuman dan atau tindakan-tindakan yang digemari dan dapat menimbulkan suatu gangguan pada diri sendiri untuk menjadi lebih baik. Contoh pantang yakni: pantang makan daging, pantang merokok, dan lain-lain. Gereja sendiri mengatur bahwa pantang yang diutamakan adalah pantang makan daging, serta untuk makanan atau tindakan lain dianjurkan agar semakin melatih diri dalam kesalehan. Puasa menurut Gereja Katolik yakni sehari makan kenyang satu kali dalam satu porsi, hal ini berbeda dengan makan kenyang satu kali dengan dua porsi kecil.

Aturan pantang dan puasa menurut Gereja Katolik dalam Kitab Hukum Kanonik kanon 1251 dan kanon 1252:

Kan. 1251 “Pantang makan daging atau makanan lain menurut ketentuan Konferensi para Uskup hendaknya dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu kebetulan jatuh pada salah satu hari yang terhitung hari raya; sedangkan pantang dan puasa hendaknya dilakukan pada hari Rabu Abu dan pada hari Jumat Agung, memperingati Sengsara dan Wafat Tuhan Kita Yesus Kristus.”

Kan. 1252 “Peraturan pantang mengikat mereka yang telah berumur genap empat belas tahun; sedangkan peraturan puasa mengikat semua yang berusia dewasa sampai awal tahun ke enampuluh; namun para gembala jiwa dan orangtua hendaknya berusaha agar juga mereka, yang karena usianya masih kurang tidak terikat wajib puasa dan pantang, dibina ke arah cita-rasa tobat yang sejati.”

Menengok isi dalam KHK tersebut maka dapat disimpulkan bahwa:

  1. Pantang

-. Wajib dilakukan minimal berusia 14 tahun

-. Hendaknya dilakukan setiap hari jumat sepanjang tahun.

  1. Puasa

-. Wajib dilakukan oleh mereka yang berumur antara 18 tahun hingga 60 tahun

-. Hendaknya dilakukan pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung.

Perlu diingat pula bahwa orang-orang yang memiliki kondisi (perempuan hamil, dkk) tertentu tidak diwajibkan untuk berpantang dan berpuasa.

Mengingat begitu ringannya aturan pantang dan puasa Gereja Katolik tersebut maka Gereja mengharapkan dan menganjurkan setiap umat Katolik agar dapat menambahkan aturan pantang dan puasa untuk dirinya sendiri agar dapat membangun kesalehan dan pemurnian jiwa yang lebih optimal dalam memperingati Sengsara dan wafat Tuhan kita Yesus Kristus.

Selamat memasuki masa Prapaskah, selamat berpantang dan berpuasa. Semoga ketulusan dan kasih setia kita dalam pertobatan sejati dapat menjadi persembahan mulia bagi-Nya.

2 pemikiran pada “Aturan Pantang dan Puasa dalam Gereja Katolik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s