Maria, Bunda Penuh Rahmat dan Iman

  • LECTIO (MEMBACA)

Yoh 19:23 – 30 [Bunda Maria di Bawah Salib Yesus]

 ‘(25) Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.(26) Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!”(27) Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.’

  • MEDITATI (MERENUNGKAN)

Penyaliban Yesus bukanlah suatu hal yang memalukan, melainkan suatu kemuliaan. Disinilah Yesus dan Bapa menunjukkan bahwa kemuliaan kasih-Nya kepada umat manusia dengan penderitaan dan kematian di bawah kayu salib. Yesus sendiri mengajarkan kepada kita bahwa tiada kasih tanpa suatu persembahan hidup (bdk. Yoh 12:24-28). Makna salib Yesus haruslah di pahami hingga kebangkitan-Nya, hal ini dikarenakan salib Yesus merupakan suatu bentuk konsekuensi dari misi keselamatan. Rasul Paulus mengatakan dalam suratnya, “Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu” (1 Kor 15:17).

Murid atau pengikut Kristus pun wajib memanggul salibnya masing-masing, hal ini dikatakan pula oleh Yesus (bdk Mrk 8:34). Pertanyaannya, apakah salib yang di panggul pengikut-Nya sama dengan salib-Nya? Jawabannya tentu saja berbeda, dan salib pengikut-Nya tentu saja lebih ringan. Lalu apakah salib pengikut Yesus itu? Salib pengikut Yesus adalah tantangan dan juga perjuangan hidup di kehidupan nyata. Salib tersebut dapat berupa tanggung jawab atas beban pekerjaan yang kita pikul, bisa juga mengenai cemoohan orang atas tindakan kita yang mencerminkan pengikut Kristus. Tentu semua pada paham apasaja tindakan yang mencerminkan pengikut Kristus itu, salah satunya adalah kasih. Salib sendiri memang identik dengan suatu penderitaan, akan tetapi ujung dari salib bukanlah suatu penderitaan. Sebagai contoh, penderitaan seorang calon ibu ketika hendak melahirkan buah hatinya. Calon ibu tersebut berusaha mati-matian untuk melahirkan bayi, bahkan nyawa adalah taruhannya. Akan tetapi, ketika bayi tersebut telah terlahir, ibu itu akan tersenyum bahagia. Contoh lain adalah seorang mahasiswa semester akhir akan berusaha mati-matian dalam menyelesaikan studinya melalui sebuah skripsi, bahkan tidak sedikit yang putus asa ketika skripsinya telah diujung deadline. Namun, ketika pendadaran telah usai dan ia dinyatakan lulus dengan predikat tertinggi, mahasiswa tersebut akan bersukacita dan mengajak teman-temannya bersukacita pula bersama dia. Penderitaan akan berubah menjadi suatu kebahagiaan, apabila kita mampu menerima penderitaan itu dengan ikhlas dan juga tekun berjuang menghadapi penderitaan tersebut, tentunya dengan harapan, iman, dan cinta.

Dalam bacaan diatas, diceritakan bahwa Yesus mengalami penderitaan yang sangat menyedihkan. Dan kejadian tersebut disaksikan secara langsung dan dari dekat oleh ibu dan murid-Nya sendiri. Ya, Bunda Maria ibu Yesus melihatnya dari dekat, dibawah kayu salib. Ia dengan tabah dan setia selalu mendampingi puteranya bahkan hingga ajal menjemput-Nya, ya itulah misi Bunda Maria sebagai Bunda Tuhan Yesus Kristus yang tetap tabah menghadapi berbagai kesulitan. Selain Bunda Maria, disana juga terdapat murid yang dikasihi Yesus, murid yang setiap hari setia bersama Yesus dalam pengajaran kini ia membuktikan bahwa tetap setia mendampingi ibu Yesus dan juga Yesus dalam penderitaan, bahkan menerima ibu Yesus sebagai ibunya sendiri serta menerimanya di rumahnya.

Sebagai bahan refleksi, silahkan renungkan beberapa pertanyaan berikut:

  1. Bagaimana perasaan kita, bila menyaksikan orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita kehadirat Tuhan?
  2. Apakah misi kita masing-masing didunia ini? Dan sudah sejauh mana kita menjalankan misi tersebut?
  3. Bagaimana kita menghadapi setiap hambatan atau tantangan yang muncul ketika menjalankan misi tersebut?
  4. Dalam kehidupan ini, siapakah Bunda Maria itu, dan apa peranannya bagi hidup kita sebagai pengikut Kristus?
  5. Apakah kita telah menemukan dan menyadari salib kita masing-masing?
  6. Bagaimana sikap kita dalam memanggul salib tersebut? Apakah dengan kekuatan duniawi, atau turut menyertakan Kristus dalam memanggul salib tersebut?
  7. Sudahkah kita menemukan makna, manfaat, dan tujuan dari salib kita masing-masing?
  8. Apakah kita bahagia ketika menemukan makna, dan manfaat tersebut setelah memanggul salib?
  • ORATIO (BERDOA)

Marilah setelah kita membaca kutipan kitab suci dan merenungkannya kita memuliakan Tuhan dan memohon ampun atas segala dosa serta memohon kekuatan rahmat-Nya dalam memanggul salib hidup kita masing-masing agar tetap setia terhadap salib ini sebagai pengikut Kristus.

“Tuhan Yesus Kristus yang bertahta di Kerajaan Sorga. Kami memohon ampun kepada-Mu karena telah menyakiti hati kudus-Mu dengan segala tindakan kami yang bertentangan dengan ajaran-Mu dan terkadang kami enggan memanggul salib kami masing-masing. Oleh sebab itu Tuhan, kami mohon curahan Roh Kudus-Mu kedalam diri kami, agar kami tetap setia dan taat dalam memanggul setiap salib dalam hidup kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.”

  • CONTEMPLATIO (KONTEMPLASI)

Marilah kita hening, dan menyatukan diri dengan hadirat Tuhan. Rasakan bagaimana Tuhan hadir dalam diri kita, dalam hidup kita, Ia menyapa kita, berkomunikasi dengan kita, dan meneguhkan iman kita.

  • ACTION (AKSI)

Setelah merasakan kehadiran Tuhan dalam diri kita, dan marilah kita membuat suatu resolusi dalam diri kita berdasarkan hasil permenungan saat ini. Resolusi ini adalah suatu keputusan akan suatu tindakan yang memerlukan suatu pencapaian, tidak hanya sebatas dengan pengucapan. Oleh karena itu resolusi disini memerlukan aksi nyata. Dan dalam konteks renungan kali ini adalah, aksi nyata untuk tetap taat, tabah, dan setia dalam memanggul salib kita masing-masing.

Bahan bacaan lain:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s