Minggu, 10 Februari 2013 – Hari Minggu Biasa V; #Renungan

Yes. 6:1-2a,3-8; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,4-5,7c-8; 1Kor. 15:1-11; Luk. 5:1-11

Renungan:

Bacaan pertama, kedua dan Injil pada hari Minggu ini memiliki inti yang sama yakni mengenai penyadaran diri akan kerapuhan seorang manusia namun tetap bersedia melakukan tugas perutusan karena kasih dan kuasa Allah.Hal tersebut nampak pada bacaan pertama ketika Yesaya menyadari kedatangan Tuhan Raja Semesta dan para Serafim (Malaikat tingkat tertinggi) mendatanginya. Disana ia menyadari bahwa dirinya tidak pantas untuk melihat Tuhan, sehingga berkata bahwa ia akan celaka, namun karena kuasa dan kasih-Nya, segala kesalahan telah dihapus dan dosanya telah diampuni. Sehingga ketika Tuhan bertanya kepada siapa diri-Nya akan mengutus, maka Yesaya bangkit dan bersedia menerima perutusan tersebut.Kemudian pada bacaan kedua, Rasul Paulus menjelaskan bagaimana dirinya menerima perutusan Tuhan. Kebersediaan Paulus akan perutusan tersebut ialah ketika dirinya menyadari bahwa dirinya adalah orang yang paling hina, terlebih diantara para rasul-Nya, karena Paulus yang dahulu bernama Saulus merupakan seorang pimpinan yang bertugas memimpin penganiayaan terhadap jemaat Kristus. Beranjak dari kesadarannya akan segala kesalahan dan dosa yang ia miliki, serta terbukanya mata hatinya akan kuasa dan belas kasih Tuhan, maka ia bersedia melalukan tugas perutusan dengan bekerja lebih keras dari orang lain, dan ia menyadari bahwa itu semua bukan dari tenaga dia namun dari bantuan karunia kasih Allah yang selalu beserta dia.

Sedangkan pada Injil, terpapar bagaimana Petrus yang dengan terus terang berkata dengan tegas kepada Yesus bahwa dirinya dan teman-temannya dari tadi telah bekerja keras sepanjang malam namun tak mendapat apa-apa tetapi karena yang memerintah Yesus, maka ia bersedia bekerja lebih keras kembali meskipun dirinya tidak yakin akan mendapatkan ikan. Setelah Petrus dapati bahwa jala yang berada di perahunya hampir terkoyak, maka ia menjadi sadar bahwa dirinya adalah orang berdosa yang tidak layak berada dekat dengan Tuhan, maka Yesuspun kemudian mengajak dan mengutus mereka, dan merekapun langsung mengikuti-Nya karena telah melihat kuasa dan kasih-Nya. Pada bacaan ini terdapat 2 kali perutusan dan penyadaran pada diri Petrus, yakni ketika Yesus menyuruh mereka bertolak ketempat lebih dalam, Petrus menyadari bahwa secara lahiriah mereka tidaklah dapat mendapatkan ikan (lemah) namun mereka tetap rela diutus untuk berlayar karena yakin akan kuasa Allah, dan kemudian mereka menyadari bahwa secara rohani mereka juga masih jauh dari Allah yakni berdosa, namun karena yakin ajakan Allah (kasih Allah) mereka kemudian bersedia diutus dan mengikuti Yesus.

Permenungan:

-. Apakah kita menyadari akan segala kelemahan, kesalahan, dan dosa kita selama ini?-. Apakah kita telah mampu melihat kuasa dan kasih Allah yang selalu berada di sekitar kita, dari kita membuka mata, saat ini dan hingga esok saat menutup mata?

-. Bersediakah kita untuk diutus oleh-Nya ketengah dunia seperti apa yang dikatakan Yesus kepada Petrus “Duc in Altum (Bertolaklah ke Tempat yang Dalam)”?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s