Pelajaran dalam Bercinta

Tet… Tet…Tet………
Teriak bel sekolah saat akan pulang, rasanya melegakan hati ini. Kenapa tidak, aku yang memiliki gadis pujaan satu kelas ternyata dia berbalik mennyukai temanku. Agata, dialah gadis manis dan elok parasnya, sudah lama hatiku berlabuh padanya.

Akupun telah sampai di rumah. Kujatuhkan tubuhku pada ranjang yang bertumpuk bantal dan guling, kutatap tembok samping kamarku dengan terbayang wajahnya dihatiku. Sakit rasanya ketika kuingat dia telah berpaling dariku. Parasnya yang cantik menjadi tajam untuk membuat sayatan di hati. Kupandang birunya langit yang membentang, hingga aku menjadi iri akan sepasang burung yang saling berkejaran. Mata ini akhirnya kupejamkan dan lupakan kisah disekolah tadi.

Mentari sudah menyapaku dari balik pintu. Aku mulai beranjak dari tidur dan bersiap menempuh ilmu. Cat biru digerbang sekolah menyapaku dan hembus dingin ruang kelas merasuk ke ragaku, canda tawa teman-teman melupakan ingatanku tentang pahitnya hari kemarin. Pelajaran demi pelajaran aku ikuti, namun layaknya sebuah patung dia tetap diam membisu padaku. Aku bingung bagaimana menyapa dirinya yang sibuk sendiri.

Waktu istirahat keduapun dimulai, kulihat dia masih sibuk dengan teman-temannya hingga tidak sengaja aku mendengar obrolan mereka di depanku. Gadis manis itu berkata jika dirinya sedang tertarik kepada seorang laki-laki, akupun beranjak heran dalam hati. Obrolan teman yang didekatku tidak aku hiraukan hanya untuk berkonsentrasi terhadap obrolan Agata dan teman-temannya. Hati ini menjadi remiuk ketika kudengar dia menyukai orang yang aku kenal, ketua kelasku sendiri. Dengan senyum tipisku kututupi pedihnya luka hati ini dari teman-teman.

Waktu terus berjalan, pelajaran terakhirpun berlalu sudah. Aku kuatkan diriku untuk menerima segala yang telah kudengar tadi. Sepulang sekolah, aku hampiri ketua kelas. Kutanyakan padanya apakah dia juga menyukai Agata, namun dia menjawab tidak. Akupun membujuk dia untuk menyukai Agata, namun dia menolak. Bahagia bercampur sedih kini menghinggapi jiwaku, di satu sisi aku bahagia karena dia tidak menyukai Agata dan aku masih memiliki kesempatan namun di lain sisi aku merasa bersalah karena tidak dapat menbantu Agata mencapai cintanya.

Haripun berlalu, kulihat Agata semakin berusaha mencari simpati ketua kelas. Hancur rasanya hati ini. Kulihat dia kecewa karena tidak ada tanggapan untuknya. Sedihlah rasa dihati melihat itu. Hari itu aku tidak dapat mencerna pelajaran dengan maksimal karena memikirkan dia.

Akhirnya kuputuskan untuk melepaskan gadis pujaan hatiku pada orang lain daripada ku pertahankan namun membuat persahabatan yang retak ini menjadi puing-puing persahabatan. Berat hati ini memutuskan itu, teman sekelasku pun tidak menginginkan hal seperti ini terjadi padaku, tapi demi cintaku padanya kukorbankan cinta ini demi kebahagiaan dia mendatang.

Suatu ketika ketika Agata berulang tahun, akau terkejut ketika ku tahu hanay akualah seorang yang tidak ia undang ke pestanya. Namun aku tak berkecil hati aku menyadari mengapa ia tak mengundang aku. Akhirnya teman-teman memaksa aku untuk datang dan memberi dia sebuah hadiah istimewa dari aku. Kupilihkan sebuah kalung berwaran silver dengan liontinnya pula, kuberikan hadiah itu pada malam pestanya. Betapa terkejutnya aku ketika ia hanya mengucap 2 patah kata padaku, Terima Kasih, kuteguhkan hatiku dan tetap tersenyum saat itu hingga aku kembali pulang ke istanaku, rumah tercintaku.

Sekembalinya di rumah aku termenung dan melupakan masalah itu, aku tetap berusaha tersenyum dan tersenyum untuk hadapi masalah-masalah itu, suatu pengalaman tak terlupakan yang memberikan pelajarin berarti bagiku mengenai cinta yang tulus.

Aku sekarang masih berusaha untuk menjadi sahabatnya yang terbaik dan membahagiakan dia walau mugkin dia sudah tak menerima aku kembali karena kebodohan aku di masa lalu dalam hal bercinta. Inilah sebagian kisahku yang mungkin masih berlanjut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s