Distribusi Normal dalam Kehidupan

Setelah kemarin tulisan saya terinspirasi dari mata kuliah Teknik Telekomunikasi, kali ini tulisan ini terinspirasi dari mata kuliah Statistika serta Permodelan dan Simulasi. Akan tetapi hasil inspirasi itu bukan sebuah tulisan mengenai statistika ataupun bidang sejenisnya, melainkan sebuah gambaran bagaimana sebaiknya kita hidup di dunia ini.

Baiklah, akan saya mulai saja tulisan ini.

Pada  statistika kita mengenal sebuah istillah distribusi normal, yaitu sebuah pendistribusian sebuah anggota populasi secara seimbang.

 

garfik tersebut merupakan sebuah grafik distribusi normal yang seimbang, yaitu dimana puncak tepat berada di tengah-tengah dari pendistribusian data dalam populasi tersebut. Namun, juga terdapat distribusi yang tidaklah seimbang, entah condong ke kiri ataupun condong ke kanan.

Bentuk distribusi seperti grafik diatas cukup sering terjadi. Namun, pada dasarnya distribusi yang baik adalah bentuk distribusi normal seperti pada grafik pertama.

Kemudian, apakah hubungan antara distribusi normal dalam kehidupan? Pada dasarnya distribusi normal merupakan sebuah cerminan dari salah satu atau beberapa aspek (terbatas) dalam sebuah perilaku manusia ataupun sesuatu pada sebuah ekosistem. Disini saya mencoba mempersempit objek yang kita bincangkan adalah manusia, dan ekosistem tersebut adalah dunia/negara/lingkungan masyarakat sekitar.

Manusia di dunia ini terdiri dari berbagai macam jenis serta tipe. Ada laki-laki, ada perempuan, ada juga yang berada di gray area (gak jelas cewek atau cowok) tapi mereka semua tetaplah manusia. Manusia juga memiliki banyak tipe/sifat dalam menghadapi masalah, menghayati kehidupan, menjalani kehidupan dan lain-lain. Pada umumnya, manusia ada yang baik dan juga tidak baik. Saya disini tidak menyebut jahat, karena titik tolak kita dari baik, dan kita selalu berusaha menjadi pribadi yang baik pula.

Persebaran mereka pun di dunia beragam di menempati belahan bumi mana saja. Keberadaan mereka pun juga tidak dapat dipungkiri. Akan tetapi keragaman tersebut sering kali tidaklah kita akui secara tidak sengaja dengan mencoba memaksakan apa yang kita pikirkan baik kepada orang lain. Tapi pernahkah kita berpikir jika segala sesuatu itu perlu sebuah keseimbangan seperti grafik distribusi normal agar kelangsungan hidup dapat berjalan dengan normal pula. Mungkin hanya sedikit orang saja yang berpikiran demikian, dan pada mulanya saya juga tidak memikirkan hal itu.

Manusia lebih sering berpikir alangkah baiknya bila dunia ini dihuni oleh orang-orang positif (baik) saja, makmur saja, atau kaya saja. Namun, apakah artinya orang baik, makmur dan kaya jika mereka tidak hidup bersama orang jahat, sengsara dan miskin? Atau apakah artinya orang jahat, sengsara dan miskin bila tidak hidup bersama dengan orang baik, makmur dan kaya? Segalanya sangat berkaitan, kita bisa menyebut kanan karena ada kiri, menyebut baik karena ada jahat, menyebut kaya karena ada miskin. Dan itulah warna dari kehidupan di dunia.

Maksud saya menulis seperti ini bukan berarti saya memperbolehkan orang untuk berperilaku jahat, ataupun menyengsarakan orang agar kehidupan menjadi seimbang. Namun, saya ingin menekankan kepada kita semua (termasuk saya sendiri) untuk lebih menghargai sebuah perbedaan yang mungkin bagi kita buruk/aneh namun dapat menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain.

Satu pemikiran pada “Distribusi Normal dalam Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s