Kenapa Ada Banyak Agama di Dunia?

Pertanyaan ini sebetulnya sudah lama tercipta dalam otak saya sewaktu SMP dahulu. Sewaktu saya mulai belajar agama dan mengerti maksud dari agama lain. Namun, saya sewaktu itu masihlah beranggapan bahwa agama sayalah yang terbaik. Yah, mungkin hal itu pasti dirasakan oleh semua orang. Akan tetapi seiring perjalanan waktu, saya sadar bahwa agama saya tidaklah yang terbaik, karena sejatinya seluruh agama itu memiliki tujuan yang baik. Kemudian dari waktu-kewaktu, yang tadinya saya berpikir hanya ada keselamatan di agama saya, ternyata itu merupakan suatu kesalahan. Mengapa? Karena dalam ajaran agama saya sendiri, semua orang itu berhak mendapatkan keselamatan dari Allah, karena kemurahan hati-Nya.

Sebelum menyentuh soal pola pikir dan pandangan tentang banyaknya agama, disini saya ingin menekankan dahulu bahwa agama di dunia itu ada sebagai jalan mendekatkan diri antara manusia kepada Tuhan. Sehingga dari definisi ini, kita pasti dapat menyadari bahwa semua agama itu ada dengan tujuan untuk mendekatkan diri antara manusia dengan Tuhan. Disini tidaklah disebutkan Tuhan yang mana, karena semua orang juga percaya bahwa Tuhan, sang pencipta alam semesta itu adalah satu.

Oke, sekarang kita mulai memasuki inti dari judul yang saya buat. Sebenarnya penjelasannya ini cukuplah sederhana, tapi terkadang kesederhanaan itu dapat membuat sebuah pemikiran yang salah dari apa yang saya maksud. Dalam masa sekarang ini kita sering kali bertanya dalam hati kenapa begitu banyak orang yang mengklaim bahwa agama yang dimilikinya itu paling baik, atau mungkin kita juga bertanya mengapa masa sekarang ini banyak sekali agama-agama ataupun aliran yang bermunculan. Disatu sisi agama dan aliran tersebut dipandang sebagai sebuah jalan yang sesat menuju Tuhan. Padahal jika kita pikir, kita juga tidak tahu apakah jalan yang kita ambil ini benar atau tidak.

Disini saya akan menganalogikan  hubungan antara manusia dengan Tuhan itu seperti hubungan antara 2 kota, sebut saja antara Solo dan Jakarta. Apabila kita lihat secara garis besar, terdapat 2 jalur utama untuk menghubungkan antara Solo dan Jakarta, yaitu jalur selatan dan jalur utara. Jika dilihat dari medan yang dilalui, tentu saja berbeda baik penerangan, bebatuan, kelandaian, dan juga keamanan serta kepadatan di tiap jalan yang dilalui. Kemudian, dari 2 jalur utama tersebut apabila diperhatikan akan terdapat titik-titik percabangan di jalur utama yang berjalan menjauhi tapi kemudian ada jalan yang mendekati pula, dan percabangan tersebut memiliki jalan-jalan kecil yang banyak pula. Akan tetapi apabila kita berjalan dengan arah yang pasti (misal dari Solo ke Jakarta, Jakarta ada di sebelah barat laut) yaitu ke barat laut, maka kita akan sampai di dekat atau di Jakarta. Ini merupakan analogi pertama, dengan penggambaran jalan yang di lalui ke sebuah kota.

Analogi kedua, saya ambil dari mata kuliah saya sendiri yaitu tentang sebuah kanal dalam bidang telekomunikasi. Dalam mata kuliah tersebut dijelaskan apabila terdapat beberapa data yang akan di masukkan dalam sebuah tempat, tentulah untuk memasukkannya tidak hanya mengunakan satu pintu dan satu kanal untuk mentransfer data-data tersebut ke tempat itu. Apabila ada 100 data dan 1 kanal ke tempat itu, betapa sesak dan kacaunya kanal tersebut untuk menghimpun dan juga menhantarkan 100 data tersebut. Akan tetapi bila ada 100 data dan 10 kanal, maka akan mudah dan lancar pula perjalanan data dalam kanal tersebut untuk masuk ke satu tempat itu.

Kemudian, saya juga memiligi analogi lain yang saya rasa ini mudah dimengerti untuk semua kalangan. Pada suatu hari, terjadi sebuah kecelakaan antara sepeda motor dan bus dari arah berlawanan. Ternyata kejadian tersebut berada di seberang depan kantor Polisi, dan berada di sebuah perempatan yang di seberang kanan terdapat ada warung yang sedang banyak orang nongkrong disana. Disisi lain, kejadian tersebut juga disaksikan oleh seorang wartawan yang kebetulan berada di belakang bus, dan juga sebuah keluarga muda yang berada di dekat motor. Pada saat kasus kecelakaan tersebut di usut, mereka (polisi, wartawan, keluarga muda, dan sekelompok orang nongkrong) yang menyaksikan di panggil untuk dimintai keterangan akan kejadian tersebut. Tentu, apa yang mereka ceritakan pada garis besar yang sama, tetapi cara mereka menceritakan kejadian itu akan berlainan. Seorang wartawan akan bercerita dengan gaya jurnalistik yang terkadang mendramatisir kejadiannya. Keluarga muda akan bercerita dengan kepanikan, dan sedikit rasa trauma. Sekelompok orang nongkrong akan bercerita dengan polos, namun terkadang ada yang dikurangi dan dilebihkan. Sedangkan polisi akan bercerita seperti apa yang ia liat, dan langsung menilai mana korban dan mana tersangka. Dalam hal cara mereka menceritakan ini tidaklah salah, karena mereka bercerita sesuai dengan apa yang mereka rasakan dan yang ada di pola pikir mereka. Namun, cara-cara berbeda itu tetaplah memiliki sebuah garis besar kejadian yang sama.

Begitulah saya berpikir mengapa ada banyak agama di dunia ini. Agama itu seperti jalan, yang harus dipilih sesuai dengan kemampuan kita menapaki jalan itu. Agama itu seperti kanal, yang di buat oleh Tuhan untuk mengajak kita datang kepadanya dengan leluasa. Agama itu ada karena sudut pandang kita akan cinta kasih Tuhan kepada manusia yang berbeda, ada yang dengan dramatis, ada yang dengan lugas, ada yang langsung memastikan, dan adapulah yang merasa sangat mendalam.

Agama itu memang beragam dan memiliki aturan serta pandangan yang berbeda untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Agama mengatur hubungan individu ke-Tuhan. Agama ada karena kebutuhan manusia, bukan manusia ada karena agama. Dengan demikian sudah semestinya kita dapat memahami keanekaragaman agama yang ada di bumi ini, karena semuanya memiliki tujuan yang sama yaitu satu Tuhan kepada kita semua.

Maka, janganlah pernah menghakimi agamau yang terbaik dan agama lain itu buruk, karena seseorang akan memilih agama sesuai dengan kebahagiaan dan kemampuan dia dalam menjalani agama itu.

Berkah Dalem,

Jogjakarta, 10 April 2011

Yulius Radian. G. H.

5 pemikiran pada “Kenapa Ada Banyak Agama di Dunia?

  1. tunduk patuhlah kepada zat yang menciptakan alam semesta ini,menciptakan malaikat,rosul(mohamad,jesus,sidharta),manusia,binatang,setan,iblis. manunggaling kawulo gusti ALLOH. alloh tidak berkoloni,tidak beranak,maha tinggi,tidak diperanakkan, maha dari segala maha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s