Gulita Malam

Dingin, sepi nan sunyi,
kuterduduk disini, seorang diri,
menanti cahaya kuning,
sang surya menghampiri.

Tak ada asa yang putus,
walau kau tak kunjung tiba,
Hanya harapan tecipta,
Dalam doa yang terucap.

Diam,
tanpa bersuara
Bermatiraga,
tanpa merasa

semua, karna dirimu
Penantian yang terjanji dulu,
Hingga aku memilihmu,
tanpa suap atau upah

Ku hanya ingin mentari pagi,
hangatkan raga, jiwa serta hati,
dan embun yang menetes,
Tuk segarkan dahaga ini,

tapi, itu sia-sia,
kau hanya janji, janji, dan janji…
kau terus tinggalkan aku dalam gelapnya malam,
dan kurung aku sangat sang surya terbangun

HIngga kini,ย ku tak mampu berdiri,
sambut mentari pagi,
Karna lelah kau khianati,
Hingga esok, bangkai kau temui…..

 

 

by. Yulius Radian G. H.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s