‘Keterbatasan’

Malam ini, secara tidak sadar saya melihat sebuah acara di televisi yang menayangkan sebuah kisah-kisah mengenai kesuksesan dari sebuah kegigihan orang-orang yang tuna netra dalam menggapai impiannya. Yah, acara mana lagi jika bukan Kick-Andy. Sebuah reality show yang selalu mengupas tentang semangat-semangat unik dari setiap orang di Indonesia untuk dijadikan sebagai penyemangat hidup orang lain.

Keterbatasan, mungkin itu yang sering kita ucapkan ketika melihat mereka yang memiliki perbedaan kemampuan dengan kita. Entah berbeda secara fisik, ataupun mental. Namun sesungguhnya, keterbatasan yang sering kali kita pandang sebelah mata tersebut ternyata  justru menjadi sebuah kekuatan tersendiri yang lebih dari orang pada umumnya bagi mereka. hal tersebut dapat kita lihat dalam  cuplikan Kick-Andy malam ini (4 Maret 2011). Mereka yang tuna grahita (buta) ternyata mampu menyelesaikan proses belajar hingga taraf universitas, bahkan beberapa ada yang menempuh program doktoral (S3). Sebuah kenyataan yang mengagumkan namun sedikit menyedihkan. Mengapa saya berkata menyedihkan, itu karena kita (orag normal) terkadang lebih malas daripada mereka padahal kita lebih dapat mengunakan segala fasilitas yang ada.

Keterbatasan, sebuah istilah yang sebetulnya merupakan cara pengekangan kita terhadap kemampuan mereka. Dalam hal ini, mereka bukan cuma yang tidak memiliki kemampuan seperti orang normal, tapi kadang juga kita pakai sebagai penakar kemampuan kita semua. Namun, apakah kita sering menyadari bahwa sesungguhnya dari keterbatasan tersebut kita justru mampu bergerak lebih maju dari apa yang kita kira.

Banyak orang yang langsung turun semangat hidupnya ketika dia dikatakan memiliki suatu keterbatasan. Akan tetapi, tidak sedikit pula dari mereka yang justru menjadi bangkit ketika mengetahui keterbatasan tersebut. Seperti saya sebutkan diatas tadi,, keterbatasan bagaikan istilah yang mengekang sesuatu, namun terkadang sesuatu yang dikekang tersebut akan justru memiliki daya yang lebih dari pengekangnya. Misalnya, jika kita dikekang dengan seutas tali, maka secara reflek kita ingin selalu lepas dari kekangan tersebut. Seperti itulah yang terjadi dengan kita ketika kita tahu apa keterbatasan kita ini. Kita secara spontan selalu ingin lepas dari keterbatasan yang orang klaim pada diri kita.

Pertanyaannya sekarang, bersediakan kita lepas dari kekangan itu? Lepas dari segala keterbatasan yang ada? Lepas disini bukan berarti mengubah keterbatasan, namun menggunakan keterbatasan tersebut menjadi hal yang lebih dan orang lain tak menduganya. Mampukan kita berbuat demikian? dan semuanya itu akan terjawab seiring waktu berjalan, seiring kita berusaha untuk jadi yang terbaik dan buktikan pada orang lain bahwa keterbatasan ini adalah sesuatu yang istimewa dan harus disyukuri, karena dengan ini kami menjadi lebih dari kalian.

Pesan dari saya, gunakan keterbatasanmu untuk ubah dunia di  masa mendatang menjadi lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s