Atasi Kemacetan dan Pariwisata dengan Satu Solusi

Semakin hari jumlah kendaraan semakin meningkat sehingga kepadatan jalan dalam kota juga semakin tinggi. Biasanya sih para pemkot mengatasinya dengan angkutan massal yang berupa bus dengan jalur khusus. Misalnya Trans Jakarta ataupun Trans Jogja. Namun tanpa disadari hal tersebut hanya dapat mengatasi kemacetan saja, atau kadang malah menambah kemacetan. Perasaan akan gerah dalam angkutan umum dan pemandangan yang masih sumpek kadang juga masih terasa dalam kendaraan  tersebt, karena bentuk kendaraan yang biasa saja.
Nah, tapi hal tersebut tidaklah diterapkan oleh Pemkot Solo. Mereka sadar akan kelemahan sarana angkutan massal yang bentuknya hampir sama hanya pengelolaannya beda. Dan, sekarang di Solo telah di launching satu solusi untuk menyelesaikan itu semua, dengan 2 kendaraan massal yaitu RailBus dan Double Decker.
RailBus

 

Double Decker


[img]http://v-images2.antarafoto.com/rp_ec_1298197205_re_455x286.jpg[/img]
Dan ternyata 2 kendaraan tersebut bukan saja di maksudkan untuk mengatasi kemacetan yang akan terjadi, namun juga sebagai fasilitas wisatawan di kota Solo.

Pemkot Solo akan meresmikan Bus bertingkat wisata dan railbus (bus yang bergerak di rel), Minggu (20/2). Peresmian ini akan diadakan bersamaan dengan kiarab budaya hari jadi Kota Solo ke 266. Menurut Walikota Solo, Joko Widodo (Joko Wi), “ Kedua Angkutan umum ini diharap dapat memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat Solo untuk jangka menengah hingga jangka panjang”. Jumlah bus bertingkat yang akan didatangkan satu unit bus, demikian juga railbus, imbuhnya. Saat ini kota Solo sudah mempunyai Batik Solo Trans dan nanti akan ditambah Bus bertingkat wisata dan railbus sebagai sarana transportasi yang nyaman, ungkap Joko Wi. Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo, Yosca Herman Soedrajat Jalur rel kereta antara Gladag- Stasiun Jebres akan kembali dibangun dan akan selesai 2012 dan akan dibangun jalur baru di ruas Jl Jenderal Sudirman dan Jl Urip Sumoharjo. Bus Tingkat akan segera beroperasi di Kota Solo, Bus yang dipesan dengan anggaran APBD sebesar 1,8 miliar tersebut telah 95 persen jadi , tinggal menunggu finishing di Karoseri Tri Sakti Magelang. Bus berwarna merah dengan tnggi 4,5 meter dan lebar 2,5 meter akan menjadi kado ulang tahun Pemkot yang ke 266 pada tanggal 16 Pebruari 2011 ungkap walikota Solo Jokowi / Joko widodo.Bus tersebut dilengkapi dengan tempat duduk yang nyaman dan atap di tingkat dua dengan design terbuka sehingga penumpang dapat menikmati kota Solo dengan leluasa. Bus tingkat ini bukan bus umum hanya diperuntukan untuk wisatawan yang akan berkeliling kota solo.Tarif yang akan dikenakan Rp 20 000,- per orang dan kalo disewa rombongan Rp 800 000 untuk berkeliling kota solo.dengan tariff tersebut penumpang akan berkeliling kota solo mengunjungi tempat2 wisata antara lain kampong batik, museum keratin dll.

sumber: surakarta.go.id

 

Semoga dengan ini Solo benar-benar menjadi Kota Wisata Budaya dengan semboyan Solo the Spirit of java.

2 pemikiran pada “Atasi Kemacetan dan Pariwisata dengan Satu Solusi

  1. Double dekker mungkin agak sulit diterapkan di Indonesia. Kenapa? Banyak kabel yang menguntai di langit. haha…

    Kecuali kalau memang melewati jalur-jalur utama. Bagaimana dengan pendapat anda, bos?

    1. Hahaha, iya betul….
      cuma sepertinya dobel dekker emang diperuntukan untuk jalur utama dan lebar, karena untuk manuver saja perlu lahan cukup lebar…
      (gak mungkin kan dobel dekker tiba2 nikung 90%, bisa terbalik ntar…)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s