Positif / Negatif Kenaikan Pajak Film Impor [sebuah analisa awam]

Bagi para pencinta film, khususnya film luar, mungkin saat ini adalah saat dimana emosi sedang naik tajam karena film-film luar sudah akan tidak deredar di Indonesia kembali. Sebetulnya tidak beredarnya film luar di Indonesia itu semacam boomerang bagi pemerintah yang telah menaikkan pajak bea cukai film impor. Saya sebagai pengamat yang cukup awam, menilai kenaikan pajak tersebut sebetulnya merupakan langkah baik yang sangat berbahaya bagi dunia perfilman di Indonesia. Disini saya akan sedikit mengulas mengenai dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dari keputusan tersebut.

Dampak Positif

  1. Film-film karya anak bangsa akan mulai hidup kembali, dan akan banyak mendapat perhatian masyarakat
  2. Pendapatan pemerintah akan meningkat

Dampak Negatif

  1. Semakin sedikit beredar film yang dapat menginspirasi kehidupan dari luar negeri
  2. Masyarakat hanya disuguhi film-film lokal yang saat ini kebanyakan dikuasai oleh film bergenre Horor Komedi Sex
  3. Masyarakat akan sulit memahami dunia luar, yang mereka tahu hanya dunia di Indonesia saja karena banyak film yang menyoroti Indonesia
  4. Masyarakat akan enggan untuk pergi ke bioskop karena masih banyaknya film dalam negeri yang kurang bermutu
  5. Pengusaha bioskop akan mengalami penurunan omset dan bisa gulung tikar
  6. Terancam akan banyak pengangguran jika sampai bioskop gulung tikar
  7. Pengusaha bajakan akan meningkat, penghargaan atas karya seseorang akan menurun

Mungkin dampak negatif yang saya temukan baru 7, dan itu mungkin saja bias bertambah.

Solusi dari saya:

  1. Kembalikan harga pajak bea cukai film impor
  2. Turunkan pajak untuk film dalam negeri
  3. Perketat seleksi film dalam negeri dalam hal kualitas moral dari film itu
  4. Bioskop2 besar diwajibkan meluangkan min. 1 studio untuk menayangkan film nasional setiap harinya, sebab sebagaimana yg kita tau tidak semua bioskop besar saat ini yg menayangkan film nasional
  5. Bioskop2 juga diwajibkan menurunkan harga tiket untuk penayangan film nasional, karena kenyataannya membeli royalti film nasional memang lebih murah dari royalti film2 Hollywood

(2 Solusi paling akhir dari kaskuser)

Harapan dari Solusi:

  1. Film luar akan tetap ada, inspirasi dalam pembuatan film meningkat.
  2. Banyak film bermutu karya anak bangsa yang dapat tampil dan menikmati panggung bioskop, serta masyarakat akan mengenal film-film Indonesia yang bermutu namun belom tampil di bioskop
  3. Film-film yang memiliki modal besar namun kuerang memiliki moral untuk di tonton baik oleh anak kecil maupun orang dewasa akan tereliminasi dari panggung bioskop

Demikian sekiranya uraian dari perenungan saya akan kejadian yang belum lama ini terjadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s