Renungan Bencana #2: Presiden Dekati Bencana?

Bencana bukanlah sesuatu yang manusia tunggu, bahkan Tuhan sendiripun tidak ingin menghendakinya. namun, bencana tetap akan datang ketika tiada keseimbangan di alam. Karena melalui itulah manusia menjadi sadar akan tingkahnya selama ini, walau itu hanya mengubah sedikit perilaku manusia terhadap alam.

 

Siapapun akan berusaha menghindar dari bencana, apalagi sumber bencana. Banyak para pendatang yang kembali ke kota asalnya karena kawatir akan bencana yang jauh lebih besar. Sehingga pasokan relawanpun menjadi berkurang. dalam hal ini mereka tidaklah bersalah karena merekapun juga manusia yang takut akan derita.

 

Namun, disaat manusia berduyun-duyun berusaha keluar dari zona bencana, justru presiden hadir dan memindah kantornya di daerah tersebut. Walau hanya bersifat sementara. Bukan hanya presiden saja yang datang, namun juga di ikuti jajaran pemerintahannya. Mungkin selama ini orang mengkritik beliau tidak tegas dalam hadapi bencana. Tidak seperti presiden Chile yang langsung turun tangan ketika para penambang terjebak.

 

Kadang kala kita sering lupa bahwa presiden itu juga manusia yang memiliki pola pikir yang berbeda satu dengan lain. Beliau memiliki suatu pemikiran sendiri yang mungkin berbeda dengan kita. Namun, pada dasarnya tujuan kita dan beliau sama, demi kepentingan rakyat.

 

Sebenarnya untuk bencana allam seperti yang terjadi di sekitar Merapi yyang tidak dapat diperkirakan ini. Sebaiknya seorang presiden justru menjauhi atau menghindari daerah-daerah yang berdekatan dengan sumber bencana tersebut. terlebih pemerintahannya. Karena jikalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, presidan masih dapat terselamatkan untuk memimpin pemulihannya. Namun, presiden kita beda. Beliau justru dengan berani dan tegas memutuskan untuk bekerja di Yogyakarta yang berjarak tidak jauh dari Merapi.

 

Seperti dalam KTT Asean lalu, beliau juga dengan berani dan tegas memutuskkan untuk pulang menengok korban mentawai kemudian kembali ke Hanoi lagi. Sungguh presiden kita ini memang tidak terduga. Akan tetapi, kenapa kita sebagai rakyat masih juga terkadang mencemooh beliau ataupun mengkritik beliau kurang sigap. Mungkin dalam beberapa hal benar, tapi secara umum beliau merupakan berani dan tegas. Mungkin tidak banyak orang yang dapat seperti beliau, selalu tenang dan berani mengambil keputusan disaat berbagai persoalan datang. Mungkin tidak ada seperti beliau yang berani untuk datang dan bekerja di wilayah bencana.

 

Beliau telah berani dan tegas memutuskan bekerja disini sementara waktu. Marilah kita dukung kinerja beliau sesuai kemampuan kita. Minimal dengan doa kita telah memberi tambahan energi kepada beliau dan mereka yang sedang berjuang menyelamatkan diri dan membantu pengungsi, serta menegah bencana yang lebih besar terjadi.

 

3 pemikiran pada “Renungan Bencana #2: Presiden Dekati Bencana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s