Tamu Hati [3]

Aku tidak pernah melarangmu untuk mengenang masa lalumu.

Aku tidak memaksa agar kau melupakan kenangan dengan “si pembawa kunci”mu.

Aku hanya ingin kau menyadari,bahwa di dunia ini,kau tidakLah sendirian.

Kau tidaklah sekokoh seperti yang diperlihatkan…justru kau sangat rapuh…bagaikan butiran debu yang beterbangan jika tertiup angin.

Walau begitu,kau bersikap hangat kepada siapa saja yang mengunjungimu…

Tentu saja tanpa kau perbolehkan melewati pintumu.

Untuk itu, ijinkanlah aku membuka pintu hatimu…

Tidak,jangan menatapku seperti itu…aku tahu berat bagimu…

Tapi aku janji kita akan melalui ini bersama-sama…

Aku tidak akan meninggalkanmu…

Aku akan membantumu keluar perlahan-lahan dari masalah yang menjeratmu selama ini…

Ooh,aku mohon…jangan menangis…

Aku lemah terhadap air mata…

Tidak,tidak…jangan kau anggap ini utang budi…kau tidak berutang budi padaku..

Kau tahu…?

Cintaku tulus padamu,,aku hanya berharap kau dapat menerima cinta ini daripadaku…

2 pemikiran pada “Tamu Hati [3]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s