Tamu Hati [1]

Ketika pintu hati terkunci,,
tanpa basa-basi kau datang mengetuknya.

Ketika bergeming...tak kenaL lelah kau menanti dan terus mengetuknya.

Kenapa tak kau tinggalkan saja pintu yang itu??

Pilihlah pintu yang lain, yg lebih halus dan elok rupawan..

Bukan yang kau tunggu-i setiap saat,menanti terbukanya pintu itu...

Jangan yang itu...!!
Walau terlihat rapuh,tapi tetap sekokoh dia berdiri pada tempatnya,
terpatri dengan kuat setiap engsel terpaan hidup yang mengaitkannya,
dikunci rapat-rapat dengan segenap kenangan manis yang selalu terbayang
maupun kenangan buruk yang menoreh setiap sisinya...

Pergilah...!!!

Jangan pintu yang ini..!!
Walau rapuh terlihat, tapi sekeras batu....!

4 pemikiran pada “Tamu Hati [1]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s