BERTOBAT

A. PENGERTIAN BERTOBAT

Sikap tobat diwujudkan dari kesadaran dan kelemahan diri manusia yang didorong oleh rahmat Tuhan sendiri untuk bertobat. Dalam bahasa Latin pertobatan disebut Conversio yang berasal dari kata vertere yang berarti berbalik kepada. Bertobat menuntut orang untuk melepaskan “topeng-topeng kepalsuan” dan “tembok-tembok penutup dirinya”. Dengan demikian diperlukan sikap keberanian untuk meninggalkan cara hidup lama menuju cara hidup baru.

Dalam bahasa Arab tobat disebut tawba yang berarti berpaling dari jalan yang salah ke jalan yang benar. Karena manusia bertanggung jawab atas kemauan dan perbuatannya yang jahat, maka ia wajib berpaling atau bertobat dengan sadar yakni meninggalkan yang jahat dan mengarahkan diri kembali kepada yang baik.

Dengan demikian, bertobat berarti menolak segala sesuatu yang dapat melawan, memberontak, dan menjauhi kehendak Tuhan dan dengan tegas memutuskan untuk tidak melawan Tuhan lagi.

B. PERTOBATAN SEBAGAI RAHMAT

Biasanya orang menganggap bertobat hanya sebagai bentuk jera untuk menghindari dari hukuman yang harus diterima. Bahkan ada seorang penjahat mengatakan bahwa ia menyesal hanya untuk meringankan hukumannnya mungkin dengan cara ia menyerahkan diri atau sebagainya. Namun sebenarnya pertobatan yang sesungguhnya berasal dari rahmat Tuhan yang mampu membuat kita sadar akan apa yang telah kita lakukan terhadap ajaran Tuhan. Seperti dalam kisah anak yang hilang, anak tersebut mulai menyesali perbuatannya ketika ia mulai kehabisan uang dan di daerahhnya tertimpa bencana kelaparan sehingga ia harus rela kelaparan dan hanya memakan ampas babi. Ketika ia terdiam ia berpikir betapa bodohnya ia karena ia menggunakan uangnya untuk berfoya-foya dan kini ia tidak dapat makan dan tidak dihargai seperti sewaktu ia kaya. Ia tahu bahwa hidupnya saat ini lebih rendah dari hamba-hamba ayahnya yang setiap hari dapat makan dengan makanan yang berlimpah. Disaat itulah ia mulai bertobat dan bangkit untuk kembali kepada bapanya (bdk. Luk 15:14-19)

C. AJARAN BEBERAPA AGAMA MENGENAI PERTOBATAN

1.  AGAMA ISLAM

Ada 3 cara bertobat kepada Allah, yaitu:

1. Menyesal terhadap dosa yang dilakukan,

2. Berjanji untuk tidak mengulanginya,

3.  Lidahnya beristigfar dan hatinya memohon ampun dengan penuh kesungguhan

Orang takwa bukan berarti tanpa dosa. Bagaimanapun menusia itu tidak dapat luput dari khilaf dan salah. Orang yang takwa adalah oarng yang berusaha untuk tidak berbuat dosa.

Penting bagi manusia untuk melakukan taubat nasuha. Taubat nasuha adalah taubat yang dilakukan dengan sepenuh hati. Orang yang melakukan Taubat nasuha akan terhindar dosa dan maksiat. Selain itu Allah akan menghapussemua kesalahannya dan kelak akan dimasukkan ke dalam surga seperti yang tertulis di dalam surat At Tahrin ayat 8.

2.  AGAMA KRISTEN

Berdasarkan kitab Kejadian 3:1-7 secara mendasar Alkitab mau mengatakan bahwa asal dosa adalah manusia itu sendiri. Alkitab pada prinsipnya hendak memberi penekanan kepada tanggung jawab manusia atas dosa-dosanya. Manusia di haruskan bertobat (Mazmur 32:5).

3.  AGAMA HINDU

Tuhan Yang Maha Kuasa akan mengampuni âtman seseorang yang salah  bila âtman tersebut bersedia melakukan kebaikan dengan tidak melakukan dosa lagi. Tuhan Yang Maha Agung selalu menjatuhkan hukuman bagi âtman yang berdosa dan memasukan mereka ke dalam neraka.

Dharma sebagai tujuan hidup yang utama dan mengabdi terhadap sesama makhluk dan beramal saleh untuk kesejahteraan serta menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan maka ia akan mendapat berkah dari Ida Sang hyang Widhi Wasa yakni kabahagiaan dan âtman itu bila menjelma kembali akan menikmati kebahagian hidup di dunia. Oleh sebab itu agam mengajarkan untuk bertindak sesuai petunjuk agama atau darma. Karena perbuatan jahat akan meneria hukuman yang berat.

Agama Hindu menghendaki agar umatnya dapat bebas dari kesengsaraan sehingga memperoleh kebahagiaan kekal yang disebut moksa. Penderitaan dan kebahagiaan yang dirasakan manusiadidunia adalah akibat dari perbuatan yang dilakukannya . oleh sebab itu berbuatlah yang baik sesuai ajaran dharma.

4.  AGAMA KATOLIK

Dosa adalah tindakan asosial yang merugikan Gereja dan sesama. Maka dosa harus diselesaikan dengan Allah dan Gereja. Pada masa Gereja Purba dosa-dosa besar harus diakuai dimuka umum kemudian diberikan penitensi (denda) yang berat dan memakan waktu yang lama. Sesudah itu orang penitens (yang bertobat diterima kembali pada waktu malam Paskah oleh Uskup.namun sekarang kita tidak perlu mengakui dosa besar di depan umum cukup kepada wakil Gereja. Setelah kita bertobat hendaklah kita menghasilkan perbuatan-perbuatan yang baik (bdk. Mat 3:8). Surgapun bersuka cita jika ada satu orang yang bertobat dan kembali kepada Allah (bdk. Luk 15: 7)

5.  AGAMA BUDHA

Penderitaan adalah konsekuensi logis dari kejahatan yang terus-menerus dilakukan. Jikalau seseorang melakukan dosa janganlah ia mengulanginya lagi. Hendaklah ia tidak bersuka cita dalam perbuatan dosa. Akumulasi (akibat) kejahatan adalah penderitaan. Namun jikalau seseorang melakukan kebaikan hendaklah ia mengulanginya sekali lagi, kiranya ia bersuka cita dalam kabaikan tersebut. Akumulasi (akibat) kebaikan adalah kebahagiaan. (Dhammapada 9).

D. BENTUK NYATA PERTOBATAN

Bentuk nyata pertobatan dapat kita lakukan dengan cara kita melakukan tindakan-tindakan yang sesuai dengan pertobatan kita (bdk. Kis 26:20). Tindakan-tindakan yang sesuai dengan pertobatan kita yaitu dengan cara membalik tindakan-tindakan kita yang dapat menyebabkan dosa. Memang sulit untuk membalik tindakan kita yang sudah biasa kita lakukan dengan tindakan yang baru. Namun kita tidak perlu sulit-sulit untuk mencari apa yang harus kita lakukan agar kita tidak melakukan dosa lagi, kita cukup berpedoman pada kesepuluh perintah Allah.

E. UNSUR-UNSUR TOBAT

Unsur-unsur tobat terdapat 6 buah, yaitu

1.  Mengakui Kesalahan

Dengan mengakui kesalahan kesalahan kita, berarti kita sudah mempunyai niat untuk bertobat. Mengakui kesalahan dapt kita lakukan sewaktu kita di hadapan iman saat akan pengakuan dosa ataupun langsung di hadapan orang yang telah kita lukai hatinya karena kesalahan kita.

2.  Menyesali Dosa

Dengan menyesali dosa kita berarti kita ingin segera untuk bertobat. Penyesalan kita dapat kita pendam di diri kita ataupun kita utarakan terhadap orang lain.

3.  Menyadari Akibat dari Kesalahan

Menyadari akibat dari kesalahan kita biasanya akan muncul jika kita sudah melakukan kesalahan berulang kali. Namun menyadari akibat dari kesalahan dapat kita lakukan disaat kita melakukan kesalahan dengan cara kita berpikir secara logis tentang untung dan rugi kesalahan tersebut bagi kita dan sesama. Memang biasanya kesalahan yang kita buat selalu menguntungkan kita secara cepat, akan tetapi apakah kita dikemudian hari kita selalu untung dengan kesalahan tersebut dan bagimana dengan orang lain yang merasakan atau mengetahui kesalahan kita.

4.  Pengampunan

Pengampunan akan selalu datang jikalau kita mulai menyesali dan menyadari tindakan kita. Pengampunan diberikan oleh Allah dan manusia. Pengampunan yang diberikan oleh Allah biasanya terdapat satu syarat yaitu asalkan kita mau berbuat kebaikan yang lebih banyak. Namun pengampunan yang diberikan oleh manusia kadang-kadang ada yang meminta syarat tertentu atau tidak sama-sekali.

5.  Meminta Ampun

Dengan meminta ampun maka kita akan diampuni oleh Allah dan manusia. Permintaan ampun kita haruslah kita lakukan dengan tulus dan sepenuh hati jika tidak pertobatan kita akan sia-sia.

6.  Tidak Mengulangi

Tidak mengulangi kesalahan kita bukan berarti kita lalu tidak melakukan kesalahan ini tapi melakukan kesalahan yang lain. Akan tetapi tidak mengulangi kesalahan berarti kita tidak melakukan kembali kesalahan yang dapat merugikan diri kita dan sesama serta membuat dosa.

F. SIKAP YANG MENDORONG ORANG BERTOBAT

Sikap sikap yang mendorong seseorang bertobat biasanya terdorong dari dalam maupun luar diri sendiri. Pada saat Yohanes Pembaptis berseru-seru dipadang gurun dan di sungai Yordan, banyak orang yang kemudian menginginkan diri mereka untuk dibaptis. Mereka ingin dibaptis karena mereka tahu bahwa kerajaan Allah sudah dekat dan mereka juga tahu bahwa diri mereka penuh dengan dosa. Dengan dibaptis berarti kita telah dihapuskan dari dosa asal kita, yaitu dosa yang diperbuat oleh Adam dan Hawa.

G.  BUAH-BUAH PERTOBATAN

Dengan bertobat tentunya kita mendapatkan buah-buah pertobatan entah itu secara langsung ataupun tidak langsung. Buah-buah pertobatan setiap seseorang berbeda tergantung apa yang ia sesali. Pada umumnya buah-buah pertobatan adalah suatu hal yang belum bisa kita lakukan sewaktu kita masih berdosa.

Akuilah kesalahan Anda dengan rendah hati dan segera.

Orang-orang sebenarnya telah tahu kapan Anda membuat kesalahan,

tetapi mereka akan menghargai itikad baik Anda.

(John Maxwell)

7 pemikiran pada “BERTOBAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s