Ujian yang Berat part 3

Keesokan harinya, aku dan Yohanes, temanku yang dijuluki engkong, mulai mencari-cari kado. Kami mulai berjalan di daerah nonongan untuk mencari apa ada boneka yang bagus.

“Yo, enake de’e dikasih apa? (sebaiknya dia diberi hadiah apa)” Tanyaku

“boneka Mickey aja, dia kan suka itu.”

“iya sich tapi jelek-jelek nich. Kita ke Bunga Mas aja ya.”

“Okey.”

Kami langsung bergerak ke Bunga Mas yang berada di dekat SMP kami.

“eh Yo, tolong kamu cariin kalung yang bagus buat dia aja yach.”

“klo yang ini aja gimana?”

“wah cip, tapi harganya mahal ga?”

“Lha kamu punya uang berapa? Dan targetmu beri dia hadiah berapa?”

“Aku sich Cuma bawa uang 50 ribu rupiah, tapi klo isa dibawah itu.”

“ya dah kita cari-cari dulu aja.”

“Yo, sini, ini bagus ga buat dia??” kutunjuk kalung berwarna perak dengan liontin segitiga dan terdapat mata di tengahnya.

“Ya gapapa.”

“Mas, klo yang ini harganya berapa?” tanyaku pada si penjual.

“Ehm,… Klo yang ini harganya 16.500 rupiah dek.”

“o, segitu ya, ya udah itu satu mas.”

Setelah kami memutuskan hadiah untuk orang yang kucintai, kamipun berjalan ke kasir untuk membayar aklung tersebut. Dan saat itu eku melihat beberapa kotak berwarna merah dan aku mulai bertanya kepada penjual sekali lagi.

“ Oya klo tempat buat kalung ada ato tidak ya?”

“Ada dek, yang ini 9.500 rupiah, klo yang ini 6.500 rupiah, nah klo yang ini 11.500 rupiah mau pilih yang mana?” ditawarkannya beberapa kotak berwarna merah itu dan ada yang berbentuk kotak, hati kecil dan hati yang agak lebih besar.

“yang 9.500 rupiah aja mas, tolong dikemas sekalian ya.”

“baik dek” jawab kakak tadi.

Setelah membayar kami kembali ke sekolah dan menunjukkan pada teman-teman cewek kami.

“Nich aku dah beli kado buat dia, sesuai saranmu, aku beli kalung.” Kataku dengan agak keras sambil menunjukkan barang yang telah aku beli.

“Iiihhhh. So sweet. Aku jadi pengin nich. Buat aku aja ya Naz.”  Kata Diaz.

Hari telah sore, waktunya hadiah itu diberikan. Kami berkumpul dirumah Diaz yang berada di Jajar. Di rumah yang berwarna putih dan berlantai dua itu, kami mulai menyusun strategi untuk memberikan semua hadia itu. Kami mulai berangkat jam 6 sore dan aku berangkat bersama Youna dengan Mobil APV miliknya. Sesampai di restoran, aku hanya berdiam di mobil menunggu waktu aku harus muncul. Aku berdiam seorang diri selama 2-2,5 jam di bagian belakang mobil, sungguh panas udara di dalam mobil, tapi aku tetap bertahan demi kejutan untuk dia.

Jam 8 malam, teman-temanku datang dan memintaku untuk keluar serta memberikan 2 hadiah, hadiah kue Tart dari mereka dan Kalung dari aku. Dengan sepatu, celana, pakaian dan jaket hitam serta topi hitam aku berjalan memasuki restoran. Saat itu aku melihat Saga sedang berbicara dengan Agatha. Yah dia bertugas memberikan hadiah-hadiah itu kepada Agatha agar Atha tidak menjadi marah karena saat itu Atha masih menyukai Saga.

Aku terus berjalan pelan dan mendekatinya. Kuberikan kue Tart untuk yang pertama dan aku memberikan ucapan kepadanya.

“Tha , selamat ulang tahun ya. Ini ada kado dari aku. Tapi jangan berpikir kalo dengan ini aku menembakmu lagi.”  3 kalimat itu yang terucap dariku dan kuberikan pula kalung didalam kotak merah kepadanya.

“he’em, Makasih.” Hanya itu yang dia ucapkan kepadaku. Dan kulihat kue tart itu dia bawa di tangan kirinya dan hadiah dariku di tangan kanannya, dengan wajah yang agak kebingungan.

Waktu itu tiba-tiba ibunya datang dan membawa seorang laki-laki besar. Sepertinya dia adalah orang yang diidolakan Agatha. Dengan pelan dan sadar aku berjalan mundur dan memberi jalan kepada ibu dan laki-laki itu. Aku duduk di tengah-tengah temanku, bersama segala soup dan steak yang habis termakan. Hanya sebotol teh temanku yang aku minum, itu karena aku sangat haus, kegerahan di dalam mobil tadi.

Waktu menunjukkan jam 9 teman-teman memberiku seplastik tepung untuk aku tuang di atas kepala Agatha, sebenarnya aku tak mau melakukan hal tersebut namun mereka memaksa. Dengan kata maaf di awal aku tuangkan tepung itu dan aku sendiri juga menjadi terkena. Jam setengah sepuluh kuputuskan untuk memesan seporsi makanan karena Agatha tidak menghidangkan makanan untukku.  Akupun membayarnya sendiri dan tepat jam 10 aku pulang bersama Yohanes dan makanan yang diberikan teman-temanku, yang sudah dipesan mereka saat aku makan sendiri.

Keesokan harinya, kebetulan pada waktu itu jatuh pada hari Minggu, akupun pergi ke Rumah Bapaku (Ke Gereja bukan ke Sorga lho), disana aku ingin sekali berbicara dengan Bapaku tentang apa yang sedang terjadi denganku, istilah bekennya curhat.

“Bapaku, Tuhanku, selamat siang. Ni aku, ingetkan Bapa. Aku sedih nich, masa kemarin aku udah banyak lakuin sesuatu buat orang yang aku cinta tetapi dia gak respon apa-apa to. Tuhan kemarin juga liat aku kan waktu aku datang ke ultahnya Agatha di Che-es Resto. Itu lho tempat makan di daerah Manahan. Lha disana aku merasa sangat sedih, sudah dia gak nyapa aku, aku gak ditraktir lagi, padahalkan temen-temenku pada ditraktir. Yah terpaksa dech aku makan ndiri. Tuhan ditraktirkan. He3x, becanda lho. Ya dah ya Bapa, aku mau pulang dulu, mau makan. Makasih ya Tuhan dah mau dengerin critaku yang aneh ni. Oya lindungi aku selalu ya Tuhan, makasih.”

“Sudahlah Ignaz, itu biasa lagi. Ingat, di dunia ini masih banyak orang yang justru mengalami perlakuan yang lebih menyakitkan dari pada kamu. Kamu harus tetap bersyukur. Dan ingat klo cinta itu tidak memiliki, cinta itu memberi, mengampuni dan selalu berbuat terbaik buat orang yang dia cintai walau dia sendiri menderita lakukan itu semua. Kamu harus bisa menjadi orang seperti itu Ignaz, orang yang mencintai orang lain dengan setulus hati.” Kata-kata itu tiba-tiba terdengar di benakku secara lirih dan pelan namun begitu jelas tepat sesaat setelah aku curhat dengan Tuhan Bapaku, yah aku percaya jika Dia telah memberiku saran-saran yang harus aku perbuat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s