Ujian yang Berat part 2

Bel pulang sekolah berbunyi juga. Dengan hati bedebar, entah kenapa, aku berjalan ke daerah di depan perpustakaan yang hanya berjarak 10 langkah ke utara dari pintu kelasku. Yah perpustakaan itu terletak di sebelah kelas 3D, kelas dimana aku belajar saat ini. Kulihat di berdiri tepat didepan pintu perpustakaan yang menghadap ke barat. Kudekati dia.

“ada apa?” 2 kata yang terucap dari mulutku.

“Tolong mulai saat ini kamu jangan mencoba dekati aku lagi” jawabnya dengan tegas. Begitu ia berkata demikian, ia langkahkan kakinya dan pergi meninggalkanku. Teman-temannya mendekatiku dan bertanya padaku.

“Naz, dia tadi ngomong apa ke kamu?”

“oh gapapa oq” ku coba tutupi apa yang telah Agatha katakan.

“dah jujur aja, dia bilang apa?” bujuk Sari.

“iya Ig, jujur aja” tambah temanku.

“ Ya dah. Tadi dia bilang klo aku jangan coba-coba dekati dia lagi. Tapi . . .” jawabku

“Tapi apa?? Tapi kamu ga bisa lakuin itu” celoteh Sari.

“Tapi aku bingung, padahal selama ini akukan ga pernah berusaha dekati dia. Sejak saat itu aku cuma mau kembali berteman dengannya seperti dulu lagi. Aku ga pengin aku dan dia tu jadi renggang dan malah ga omongan lagi. Aku pengin kayak dulu.” Jelasku pada mereka.

“ya dah lah yang sabar aja, mungkin dia baru banyak masalah atau apalah. Dia kan orangnya begitu.” Hibur teman-temanku yang cewek, yang dekat dengan dirinya.

Dari saat itu aku mulai tak pernah menyinggung dirinya, sudah banyak luka hati yang ia buat di hatiku ini. Dengan mengingatnya sama aja aku telah mencoba membuat sayatan baru dalam jiwaku. Lupakan dia, itu yang aku pikirkan, namun tak bisa. Dia sudah tertanam dalam tubuhku.

Kelas tiga ini telah memberikan aku berbagai pengalaman, mulai menyatakan cinta hingga dilukainya cinta itu. Di kelas inipun aku mulai kembali kedalam kegiatan kepramukaan. Yah aku menjadi Dewan Galang, yang bertugas melatih adik-adik kelas tujuh. Banyak pengalaman alam yang aku terima. Aku juga mulai berkenalan dengan banyak orang.

Dewan Galang-pun membuatku mengenal berbagai cewek, terutama anak kelas satu dan juga sifat-sifatnya. Aku juga mulai tertarik dengan berbagai adik kelas. Dan yang berusaha aku dekati adalah Ita, anak kelas 7C, kebetulan dulu dia juga satu SD denganku. Setiap pramuka dia selalu aku jadikan asisten jika aku mengajar di kelasnya. Namun aku lebih sering menjadi asisten kakak-kakak pembina daripada mengajar adik kelas.

Pada tanggal 13 Januari 2007, kami siswa siswi kelas 3 melaksanakan Retret. Retret ini bertempat di Wisma Syalom Bandungan Ambarawa. Pertama aku terkejut ketika melihat bentuk bangunan yang menyerupai sebuah hotel.  Pada malam pertama retret, kami yang berada di lantai dua dikejutkan oleh tingkah-tingkah konyol para temanku. Betapa tidak, tiba-tiba lantai 2 di penuhi oleh bau yang tidak sedap. Dan terdengarlah suara aba-aba yang berasal dari ujung koridor, yaitu WC.

“ OK, wes do siap durung? (Ok, sudah pada siap atau belum?) “ teriak seseorang di WC tengah.

“ sek sek, durung, kie lagi buka kathok (tunggu-tunggu, belum, ini baru buka celana)“ balas yang di ujung kanan.

“ Wes durung, selak metu kie(sudah belum, keburu keluar ini) “ tanya ujung satunya

“ OK OK, uwes… (OK OK, sudah)”

“ Wes kabeh? (sudah semua?)”

“WESSSSS… (sudahhhh….)”

“ Yo, SIAP….”

“ Siji, loro,…. tembak…. (satu, dua, ….. tembak)” aba-aba dari WC tengah.

Seketika itu pula bunyi dentuman terdengar bersahut-sahutan dari dalam WC. Ya begitulah mereka berlomba membuang hajat terbanyak dan tercepat.

Walaupun seperti retret pada umumnya namun disana aku menemukan sesuatu yang cukup membahagiakan dan membuatku bingung.  Tiba-tiba di malam terakhir yang berisi tentang renungan dan motivasi untuk menghadapi UAN, Agatha mendekat dan berucap kata maaf kepadaku. Namun, tetap saja setelah itu dia tetap diam tanpa kata jika bertemu denganku.

Waktu dan bulan berlalu, masalahku dengan Agatha masih berjalan, kami terus saling mendiamkan diri dan tak mau menyapa satu sama lain. Kami seperti orang lain yang belum pernah bertemu, padahal kami masih satu kelas. Dengan 41 anak kelas 9D kami dapat saling berbicara namun kami berdua saling membisu. Hingga tahun berganti kamipun tetap saling acuh tak acuh. Dan akupun berjadian dengan Ita, anak kelas 7 tadi. Masa pacaran aku dan Ita hanyalah 1 Bulan, itu karena kami masih saling mencintai masing-masing kekasih pertama kami.

Suatu ketika, saat Agatha berbincang dengan teman-temannya, dan aku berada tidak jauh dari sana. Ku dengar dia berkata jika dia sedang menyukai orang lain dan aku merasa terkejut mendengar siapa yang ia sukai saat itu. Ketua kelasku, yah itulah dia, orang yang disukainya. Sebetulnya aku dan Saga, ketua kelasku dan juga yang disukai cinta pertamaku, tidak begitu dekat denganku. Namun, aku menjadi ingin mendekati dirinya.

“Saga, kamu suka ga ma Agatha? Jawab jujur ya” tanyaku kepada dia.

“Gak. Aku ra seneng karo de’e. Nggo kowe wae Naz. (Aku tidak suka ma dia. Buat kamu aja Naz)”

“Lha knapa kamu ga suka ma dia, diakan suka ma kamu. Daripada kamu ngejar Ivon lebih baik sama Agatha yang sudah jelas.” balasku. Yah, saat itu Saga sedang tergila-gila dengan Ivon anak kelas lain yang lumayan cantik.

“Gah ah, aku kan setia. Lagipula aku ga mau makan temen, kamu kan juga suka ma Agatha, lebih baik aku bantu kamu aja dech.” Saran dia kepadaku.

“Ya dah thanx ya Ga, tapi aku dah males kejar dia terus. Aku mau temenan aja ma dia. Itupun kalo aku isa jadi temannya lagi. Kan kamu tau ndiri aku dan dia dieman terus entah mpe kapan, mungkin dia dah lupain aku ya. He3x”

“sabar Naz, dia ga mungkin lupain kamu koq”

29 Maret 2007, satu hari sebelum hari ulang tahunnya yang ke 15. Waktu itu aku mendengar jika dia akan mengadakan pesta ulang tahun yang bertempat di Che-es Resto, di sekitar Manahan. Tapi, aku tak mendengar undangannya untuk diriku. Sebagian besar dari teman sekelasku diundangnya. Yah sekitar 42 anak yang ia ajak. Youna dan Guniar, menghampiriku dan ku tak tahu mengapa mereka mendekatiku.

“Eh Naz, kamu mau ga nolongin kami?” tanya Guniar.

“mau aja, emang nolong apa?” Jawabku.

“Tolong besuk kamu datang ke Ultahnya Atha ya.”

“Hah aku datang, emang aku di undang ya???”

“ya sebetulnya kamu ga di undang ama dia sich, tapi yang ngundang kami.” Jelas Youna.

“lho aku kan ga diundang masa aku tau-tau datang sich. Ntar dikira aku minta makan lagi.”

“Ya sebetulnya kami tu mau ngado dia, kami ingin memberi dia kado yang istimewa. Dan kami putuskan klo kamu itu kado istimewa untuk dirinya.” Papar Youna.

“Ya dah deh aku mau klo gitu, demi kalian lho. ”

“Tapi jangan lupa kamu juga beri kado istimewa buat dia ya” celoteh Guniar.

“What???? Kado????  Kalian aja yang beliin buat dia, masa aku juga ngado.”

“Ya kamu dong, masa kamu datang ke pestanya dengan tangan hampa, ntar kami bantu dech cari kadonya”

“Okey lah, tapi ntar kalian bantu aku ya.”

“Cip, ntar pulang sekolah ya.”

3 jam berlalu dan bel sekolah berbunyi, aku menghubungi kedua orang tuaku dan berkata kalau aku mau pergi ke Gramedia. Yah walau tidak 100% jujur, tapikan tidak berbohong.

Aku dan teman-teman akhirnya pergi ke Gramedia mencari kado untuk Atha.

“Eh dia di kasih kado apa enaknya???” kataku.

“terserah kamu aja lah yang penting bagus.”

“Kalau buku gimana??”

“jangan, diakan ga suka baca.”

“kalau kaset musik ato CD??”

“jangan, emang kamu tau lagu yang disukainya.”

“kalo boneka??”

“jangan. Boneka tu biasa banget. Yang lebih dong biar dia ga lupain tu hadiah.”

“Lha terus apa??? Akukan belum pernah kasih cewek hadiah.”

“Ya klo menurut kami, kamu kasih cincin ato kalung ato gelang aja.”

“What, cincin? Emang mau tunangan, lagipula ukuran jari dia berapa? Klo gelang kan aneh? Klo kalung, kalung apa?”

“Ya terserah kamu dong kan kamu yang kasih.”

“ya dah dech klo gitu besuk aja aku tak cari ma Yohanes, dia kan pinter cari barang.”

“Ya dah klo begitu. Kami mau pulang dulu ya.” Kata Youna mengakhiri penelusuran dan pencarian kado untuk Agatha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s