Mukjizat itu Apa sih?

Globalisasi dan modernisasi terus berkembang, tapi terkadang pola pikir kita sulit untuk berkembang dalam manghadapi kenyataan hidup. Itulah yang sering dialami oleh orang-orang yang (maaf) penghayatannya dalam hidup masih belum begitu dalam (Sepertinya saya sangat masuk nih). Anehnya lagi masih ada orang yang sebetulnya telah beragama tetapi di hati kecilnya masih meragukan kekuasaan Tuhan, alhasil dalam setiap permasalahan mereka sering kali menuntut suatu mukjizat dari Tuhan.  Bukannya salah menyalahkan mereka yang masih percaya akan Tuhan, namun, saya bingung kenapa mereka masih saja suka menuntut kepada Tuhan.

Mukjizat sering dituntut, apakah penyebabnya? Karena si penuntut tidak mengalami mukjizat. Jika anda membenarkannya, saya akan bertanya, apasih mukjizat iu sebenarnya? Oke dah, aku akan berbagi dikit tentang pemahamanku sendiri mengenai Mukjizat itu dan apa cuma mukjizat yang buat kita percaya kepada Tuhan? Yup, nikmati and cermati ya tulisanku ini….

Mukjizat menurutku merupakan suatu kejadian atau keadaan yang terjadi atau kita alami namun tidak dapat kita jelaskan secara ilmiah dan hal tersebut diluar batas kemampuan setiap makhluk hidup (bukan hanya manusia). Jadi dengan ini saya sendiri memiliki pemahaman jika sesuatu yang disebut mukjizat saat ini belum tentu disebut mukjizat esok hari. Dan juga apa yang jaman dahulu disebut mukjizat, mungkin sekarangpun sudah tidak disebut mukjizat.

Masih bingung dengan yang saya maksud? Oke, akan saya berikan sedikit contoh. emm, Mungkin jaman dulu (jaman nabi-nabi) orang yang memiliki sakit cacar itu tidak bisa di sembuhkan dan jika sembuh itu adalah mukjizat. Tapi sekarang? Apakah orang yang sembuh dari cacar itu merupakan mukjizat? Tentu saja tidak, karena cacar sudahlah ditemukan obatnya. Sebagai contoh lainya adalah orang gila. Jaman dahulu banyak yang mengira orang gila itu karena kerasukan, kemudian ia terbebas karena seorang nabi dan itu di sebut mukjizat. Namun, sekarang orang gila dapat sembuh dengan bantuan psikiater. Disini bukannya saya mengatakan bahwa nabi membohongi kita, namun saya ingin menunjukan bahwa pengetahuan jaman dahulu memang berbeda dengan sekarang jadi jika seorang nabi (atau bisa dikatakan orang yang lebih dari yang lain) dapat melakukan itu, ia sendiri juga akan bingung untuk menjelaskannya secara benar agar dapat diterima oleh masyarakat jaman dahulu. (bayangkan saja seorang lulusan SD bertemu seorang lulusan S1 dan berkomunikasi mengenai bisnis atau cara mengobati penyakit batuk). Dan untuk masa sekarang yang jelas kita anggap mukjizat dengan nyata adalah jika seorang penderita AIDS dapat sembuh.

Sudah cukup jelas?

Oke jika demikian kita lanjut mengenai seseorang yang terus menuntut suatu mukjizat dalam hadapi masalah.

Menurut hemat saya, mereka yang masih menuntut suatu mukjizat adalah mereka yang kurang bersyukur akan hidup ini kepada Tuhan. (Terkadang saya juga lupa bersyukur kok).  Kenapa saya mengatakan hal tersebut? Karena bagi saya hidup ini sendiri merupakan suatu mukjizat, jadi untuk apa kita selalu menuntut sesuatu yang sering atau selalu kita terima? Betulkan…

Sebagai contoh, apakah kita pernah berfikir kenapa kita bisa hidup didunia ini? Bernafas dengan nadi dan otak yang terus bekerja, mungkin itu jawaban sederhananya. Namun, apa kita pernah berpikir bagaimana otak kita bisa bekerja? Karena darah selalu mengalir dari jantung ke otak. Ya jawaban itu benar sih… Tapi masih 1 pertanyan saya. Jika demikian, seharusnya kita dapat membuat robot yang seperti manusia dong, berpikir dan berbudi. Tapi itu tidaklah mungkin karena makhluk hidup itu memiliki ROH. Dan itulah mukjizat kehidupan kita…

Kebingungan ya?

Oke akan saya persingkat dan saya perjelas saja dengan sebuah cerita yang mungkin mirip dengan yang sering kita alami.

Sebut saja Ian, sedang pergi dari rumah ke sekolahnya. Karena dia masih SMP maka dia bersekolah dengan naik sepeda onthel. Pada suatu pagi dijalan Ian menjumpai seorang bapak tua yang sedang berjalan, kebetulan arahnya hampir sama dengan arah ke sekolahnya. Karena dia seorang anak yang baik dan budiman dan melihat bapak tersebut kelelahan di jalan, iapun menawarkan sebuah tumpangan untuk bapak tersebut hingga di depan sekolahnya. Pada saat sampai pun si bapak berniat untuk memberikan sedikit upah kepada Ian, namun ia menolak karena ia ikhlas dan sudah saatnya masuk sekolah.

Beberapa minggu atau bulan kemudian, pada siang hari yang terik sepulang sekolah Ian pulang ke rumah dengan menggunakan sepedanya. Namun ditengah jalan ban belakang Ian bocor karena menginjak paku. Ia pun menuntunnya di jalanan pulang. Beberapa menit kemudian seorang bapak menghampirinya dan mengatakan jika di seberang sekitar situ ada tukang tambal ban, dengan sedikit ragu pun Ian bertanya dimana tepatnya. Lalu bapak tersebut mengantarnya ke tempat tukang tambal ban itu. Melihat Ian yang kebingungan dari kekurangan uang jika uangnya tidak cukup untuk membayar tukang tambal ban tersebut (tau diri kan berapa banyak uang saku anak SMP), kemudian bapak ini menyodorkan selembar uang kepadanya. Tadinya Ian menolak namun karena sedikit bujukan dari bapak tersebut ia akhirnya menerima.

Singkat cerita Ian selesai menambalkan bannya, dan ketika ia hendak membayar, si tukang tambal ban berkata “sudah dek tidak usah di bayar, anggap saja saya membayar hutang budi saya kepada adik tempo dulu yang mau memboncengkan saya”. Tentu saja Ian terbengong mengetahui jika tukang tambal ban tersebut adalah bapak tua yang ia boncengkan tempo dulu.

Sesampainya di rumah, ia langsung menceritakan kejadian tersebut kepada keluarganya, dan mereka lalu bersyukur akan apa yang telah dialami oleh Ian dengan penuh kebahagiaan

Em, cerita singkat tersebut dapat diartikan sebuah karma yang dialami seorang bocah. Namun juga sebuah mukjizat karena kejadian yang ada adalah diluar kehendak dan prediksi atau rencana kita. Akan tetapi terkadang orang hanya menilai kejadian tersebut hanyalah sebuah kebetulan dan mungkin terjadi.

Oke kita lihat dan analisa satu persatu. Pertama, di cerita tersebut terjadi 3 kejadian tak terduga yang bisa di sebut mukjizat; kejadian 1 adalah bapak tua yang tiba-tiba di tolong Ian, kejadian2 adalah Ian yan di tolong oleh bapak-bapak, dan kejadian 3 adalah tejadinya peremuan kembali antara bapak tua yang di tolong Ian dengan Ian, hingga ia diberi tambalan gratis. Kedua, dalam kejadian tersebut Ian sebagai seorang yang menolong dengan tulus telah diberikan balasan yang lebih besar daripada kerelaan yang ia lakukan untuk seorang bapak tua.

sudah cukup jelas kan apa sih mukjizat itu, dan bagaimana kita harus menilai setiap kejadian dalam hidup kita adalah sebuah mukjizat. Selain itu kita pun harus mensyukiuri itu semua, karena sesungguhnya dengan kita bersyukur bukan hanya dapat melegakan dan membahagiakan diri kita tapi juga orang banyak.

Sekian ulasan saya tentang mukjizat, semoga dapat berguna bagi kita semua. Hanya 1 pesan saya kali ini, selalulah bersyukur dengan menganggap setiap hal yang telah kita alami adalah mukjizat, dan janganlah menuntut akan datangnya mukjizat.

Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s