PAHITNYA MENCINTA

Seperti sang surya yang menyinari rembulan

Begitulah aku yang selalu sinari kau dengan cintaku

Bulan memang selalu pantulkan sinar hangat mentari

Itulah yang kau lakukan padaku

Seiring rotasi dan revolusi bumi

Aku menjadi sadar akan sikapmu itu

Hati ini bagaikan tertusuk seribu pedang

Namun asaku kan dikau tak pernah padam

Bulanpun terus mengitari bumi

Sayat hatiku semakin lebar dan perih rasanya

Ketika kulihat kau bersama dia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s