‘INIKAH CINTA???’

19 Desember 2005, tepat dihari ulang tahunku yang ke-14. sekolahku mengadakan study tour. Rencana semula kami akan berwisata ke Pulau Dewata namun karena ada berbagai peristiwa maka kamipun pergi ke Jawa Timur, tepatnya di Surabaya dan Malang. Study tour kali ini sungguh membuatku bahagia, walaupun aku tidak satu kelompok dengannya namun disinilah aku mulai merasakan adanya cinta yang tumbuh.

Waktu berada dalam bus aku mulai mencoba menggoda dia, dengan berpura-pura meminjam bantal. Itu aku lakukan karena kutahu, dia membawa salah satu bantal kesayangannya karena berhiaskan kepala Mickey Mouse. Duduk kami hanya berjarak 3 bangku, aku berada di belakangnya. Melalui smslah aku meminjam bantal itu.

Tha, aku mau tidur nich. Leh ga aku pinjam bantalmu itu.

Lalu dia membalas;

Bleh aja koq tapi kmu ambil ndiri ya. Cepetan.

Langsung kulangkahkan kakiku ke tempat dia berada dan kupinjam bantal itu. Kutempatkannya di belakang leherku, namun aku tak merasa nyaman, kuputuskan bantal itu tak untuk sandaran kepala namun hanya kupeluk erat dengan cintaku pada pemiliknya. Seketika itu hpku menyapa memberiku tanda sms masuk.

Naz, bantalku aja mbok ileri lho. Pesannya.

Iy y, tnang wae. Paling mung tak cetakke peta.

Kukirim pesan itu dengan tersenyum dalam hati. Sungguh bahagiaku hari ini, walau mungkin bagi orang lain ini biasa. 3 hari diluar kota sangatlah cepat, pengalaman berharga banyak tertanam. Dari hidup mandiri dan juga belajar secara langsung di tempat-tempat yang memberi banyak ilmu.

Malam harinya kami menginap di salah satu hotel berbintang 3 di daerah Batu, Malang, yang bernama Hotel Purnama. Kami di hotel tersebut hanya untuk menginap, sehingga kami tak dapat menikmati berbagai fasilitas yang disediakan disana, seperti kolam renang, tempat fitnes, cafe, dll. Hanya TV, telepon intercom dan air panaslah yang dapat kami nikmati. Maklum kami sampai di hotel sekitar pukul tujuh malam dan harus check out jam 6 pagi harinya.

Malamnya, kami mulai tinggalkan kota terbunuhnya Dr. Azhari itu tuk kembali ke Solo. Capek sekali aku waktu itu, hingga di dalam bus akupun dapat tertidur. waktu menunjukan pukul 11.30 malam, aku terbangun dari tidur dan kusadari kami telah sampai di Sragen. Saat aku terbangun teman-temanku memberi tahu kejadian aneh yang aku alami, yang jelas bukan ngompol. Waktu aku tertidur pulas dan kepalaku kusandarkan pada kaca darurat, tidak sengaja kepala ini menghantam kaca tersebut hingga 3 kali, sampai-sampai temanku dalam satu bus menjadi terbangun. Namun entah mengapa tidak ada rasa sakit sedikitpun yang aku alami saat itu. Mereka juga berkata bahwa ketika itu Agatha sempat meminjami bantalnya untuk mengamankan kepalaku. Entah itu benar atau tidak namun aku tetap tersenyum mendengar itu.

Huh, study tour memmang telah menguras tenagaku, sampai dirumahpun aku langsung tertidur. Namun sayang, aku tak sempat memimpikan dirinya, karena badan ini terlalu lelah untuk berimajinasi dan melukis wajahnya dalam mimpi. Hiks3x.

O ya, waktu di malang aku sempat mentraktir beberapa teman-temanku laki-laki, maklumlah kan aku sedang ulang tahun. Dan aku berencana sepulang dari sana, dalam waktu dekat, aku akan mentraktir dirinya. 9 Januari 2006 aku putuskan untuk mentraktir dia bersama temen-temannya yang juga dekat denganku, tapi waktu itu aku laki-laki sendiri (bahagianya dikelilingi paraย  gadis-gadis, he3x). Waktu makan, aku terus memperhatikan betapa manisnya dirinya, pakah semanis gula putih atau gula jawa.

Aku memanglah pendiam, tidak seperti anak lain namun aku sering sekali memperhatikan setiap sifat-sifat yabg dilakukan teman-temanku, khususnya kekasih haitku. Dari dalam dirinya aku mulai tergugah untuk membuat sebuah karya seni yang menggambarkan bagaimana perasaanku padanya. Puisilah, salah satu karya seni yang tersirat dalam benakku dan mulai waktu itu aku membuat barbagai puisi yang kurang lebih semuanya terinspirasi dari dirinya.

Dari puisi cinta hingga patah hati pun aku buat. Hanya dialah yang memberiku inspirasi. Dan hanya untuk dia aku membuat semua puisi itu. Namun entah mengapa tak satupun dari puisi-puisi itu yang aku berikan untuk dia. Hingga pada tanggal 30 Maret 2006, beberapa temanku merebut salah satu karya tertuaku dan membacakannya di depan kelas. Judulnya adalah FIRST LOVE.

FIRST LOVE

Ketika ku lihat dirimu

Frekuensi jantung ini smakin meningkat

Benih dari biji asmara pun tumbuh

Tanpa air dan matahari darimu

Ia tetap tumbuh subur

Saat kau dekat,

Amplitudo hati ini meningkat

Namun gelombang asmaraku

Belum dapat terpancar padamu

Terik mentari lukiskan dirimu di dinginnya otakku

Fatamorgana buatku terjebak dalam lintasan cinta

Kuberanikan diri bisa dekat denganmu

Ku bulatkan tekat untuk salurkan gelombang cinta

Tapi,

Kenapa kau halangi gelombang ini?

Layaknya rembulan kau pantulkan sinar surya

Gelombang inipun memantul

Hingga tertangkap berbagai recevier teman perempuan lain

Hancur, remuk dalam sayatan pedihnya cinta

Kesan indah denganmu

Tapi kan kutatap indahnya dirimu

Ketika kau dengan dia

Kau kan bahagia,

Demikian pula rintihan ini kan tersenyum

Yah,.. seperti itulah kira-kira puisi yang dahulu aku buat tuk dirinya. Akupun sebenarnya tak begitu ingat karena secarik kertas itu telah hilang setelah direbut olehnya. Namun aku heran, sungguh heran, mengapa dia menyobek kertas itu tidak dengan sepenuh hati, hanya 4 sobekan di setiap sisi kertas yang ia buat. Sedih dan bahagiapun hampiri aku. Aku semakin tertarik padanya.

Di kelas delapan ini atau orang umum menyebut kelas dua SMP, akami mendapatkan tugas untuk mencari bangunan-bangunan kuno yang bersejarah. Beruntung sekali diriku karena aku satu kelompok kembali dengan Agatha. Satu kelompok kami berempat, 2 cewek dan 2 cowok. Kami mulai berkumpul di SMP dan kemudian baru mencari dan merencanakan kemana kami akan pergi. Tempat tujuan pertama kami adalah Gereja Katolik Antonius Purbayan yang bertempat disebelah Balaikota Surakarta. Dengan kamera saku kami mengambil gambar disana, tak lupa pula aku mengambil gambar dia, namun bersama temanku. Perjalanan kesana kami tempuh dengan dua cara, sebetulnya aku dan Agatha ingin naik sepeda berdua tapi bagaimana lagi, kami malu dan belum terbiasa, maklum saja sepedaku waktu itu tidak dapat untuk berboncengan. Akhirnya dia dan temannya naik becak dan aku bersama Satrio berboncengan naik sepeda, dia kadang duduk di besi depan atau berdiri di belakang.

Dikelas ini pula banyak sekali momen kami bersama terlebih dalam berkelompok-kelompok kecil. Saat kelompok tugas Geografi, dengan tugas membuat peta Indonesia dengan skala !:500ย  kami kembali satu kelompok. Saat itu kami mulai mengerjakan di sekolah hingga hampir sore hari, kira-kira pukul 5. Namanya juga anak kecil, dalam bekerja kami selalu saja bercanda hingga dalam waktu selama itu kami baru selesai membuat garis lintang dan pulau-pulau besar di Indonesia. Tugas itupun aku bawa pulang kerumah. Keesokan harinya, saat pulang sekolah tentunya kami kembali bekerja namun kali ini berada di rumahku. Sebelumnya mereka kaum ceweknya berkumpul di rumah temanku yang satu kelompok yang kebetulan berada tidak jauh dari tempat tinggalku, yah cuma seratus meter saja. Merekapun berjalan ke rumahku. Sesampainya di rumahku, orang tuaku langsung menyambut mereka, sebetulnya mereka menyambut Agatha. Di kediamanku ini orang tuaku menceritakan bagaimana semasa kecilku bersama Agatha tentunya pada waktu TK saja. Dengan senyum simpul gadis imut itu tersenyum malu.

Waktu menunjukkan pukul 5.30 sore tak disangka kami telah lama bersama di rumahku Agatha juga ditelepon orang tuanya, dengan muka lesu dia berpamitan dan langsung meninggalkanku menuju mobil Kijang biru yang terparkir di dekat rumah temanku. Aku lihat dari kejauhan sepertinya dia dimarahi oleh ayahnya, aku tak tahu mengapa itu terjadi. Keesokannya di sekolah kutanyakan kejadian kemarin, teman-temannya berkata padaku jika dia memang dimarahi karena tidak berpamitan dengan orang tuanya behwa ia akan pergi ke rumahku, ia hanya berkata jika ia pergi ke rumah temanku itu. Dan ternyata mulai saat itu ia dihukum tidak boleh keluar rumah, mungkin hanya satu minggu saja.

Huh, dari saat itu aku mulai mengerti jika aku memang mencintai dia. Akan tetapi ku takut untuk nyatakan rasa sayang ini, karena bagiku aku masih terlalu kecil untuk bercinta dengan orang lain, dan aku belum tahu betul apa artinya cinta yang sesungguhnya. Mungkin bagiku cinta sama seperti rasa suka ku terhadap dia namun beberapa saat aku sadar juga cinta amatlah berbeda dengan suka.

Test Semester dua tinggal beberapa hari saja, dan kulihat dia mulai berubah. Rambutnya di luruskan, mengikuti trend saat ini. Bagi teman-temanku dia menjadi terlihat semakin cantik, tapi pikiran itu tidak ada dalam otakku. Aku justru menyukai dia yang dulu, dengan rambut keriting yang tunjukan kepolosan dirinya. Tapi tak apalah, diakan bukan milikku.

2 pemikiran pada “‘INIKAH CINTA???’

  1. wah luar basa lih aq menangis saat membaca blog mu ini,apalagi waktu kalimat ini…..

    ‘aku masih terlalu kecil untuk bercinta………’

    sungguh biasa lih,penuh dengan makna yang sangat dalam dan dibutuhkan intelegensi tingkat tinggi untuk menyerap,tapi karena aq pintr dan luar biasa akhirnya mudeng deh,hohoho…..

    bravo bravo mavioso…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s