Aku Tertarik akan Dia ‘Part 3’

Semester 2 telah usai, kamipun sudah saatnya terima hasil belajar.

Eh menurutmu, sapa yang paling jelek”

wah klo aku tebak, n menurut wangsit yang ku dapat. Derian tu yang paling jelek.”

lho emang knapa kok kamu isa nebak dia??”

emang nebak gak boleh tow? Kan gak ada undang-undang yang mengatur tata cara tebak menebakkan.” sela aku dalam perbincangan di luar kelas.

Tidak terasa raport sudah kami pegang, kamipun sudah duduk dii bangku yang berada di lantai dua. Ya, kami sudah naik kelas. Dengan bangga dan sedikit rasa sedih, kami harus terima itu. Teman kami ada yang tidak naik kelas. Dia Derian, seorang anak laki-laki putih yang agak gemuk, dengan rambut jabriknya. Walau Cuma satu yang tak naik kelas itu sudah memukul kami, karena kami merasa egois dan tak bantu dia dalam belajar. Tapi, apa boleh buat. Kami tak bisa ulangi dan perbaiki kejadian yang telah berlalu. Begitu pula aku, tak bisa perbaiki hubunganku dengannya dulu.

Kelas 2 merupakan kesempatanku dekati dia, dan sepertinya itu berhasil. Banyak temanku yang mnyadari perbuatanku, merekapun mulai bantu aku dekati dia, walau dengan banyolan tak berguna.

Kelas kami yang baru ternyata cukup tidak nyaman bagiku, hawa disana panas, maklum waktu itu kelas kami belum terdapat AC. Kelas itu dekat dengan laboratoruim bahasa dan juga Fisika, Matematika, dan Biologi; serta juga dekat dengan toilet darurat. Isunya di toilet tersebut pernah ada yang mencoba gantung diri, entah karena apa orang itu nekat mencoba untuk akhiri hidupnya.

eh, kowe ngerti ra, jarene eneng sing nggantung lho ning toilet kana. (Eh, kamu tahu tidak, katanya ada yang gantung diri di toilet yang sana)” celetuk seorang teman dari belakang.

ah apa iya, ja ngapusi. Lha terus saiki piye nasibe wonge mau??? (Ah apa betul, jangang berbohong. Lha terus sekarang gimana nasibnya?)

Jarene de’e dadi idiot apa piye no lho, aq yo ra mudeng. (Katanya dia jadi idiot atau gimana gitu)” sahut Youna, seorang tomboi yang punya indera keenam. Namun sekarang sudah ditutup mata batinnya.

emange nggone nggantung ning ngendi, toilet sebelah mana??? (emang, dimana dia gantung diri?)” tanyaku ingin tahu.

itu lho, paling pojok yang ditutup diatasnya ada tulisan untuk karyawan dan guru. Masa gak ngrasa sih klo dekat situ??” sahut Edzy, anak yang besar di kelasku dan mengakui kalau dirinya bisa melihat hal-hal gaib.

What, apa iya??? Lha padahal aku saben dolan mesthi ning kana lan nak ana panggilan alam aku ya ning kana. Ning kok aku ra krasa apa-apa, kanggoku toilete kana malah sing paling enak, nyaman, n bersih dibanding ma toilet yang lain. (Padahal aku setiap main pasti disana dan jika aku ada panggilan alam juga kesana. Tapi disana aku tidak merasakan apapun kok, justru buatku tu toilet yang paling nyaman)” jawabku dengan bangga terselimuti kekagetan tak terduga.

Mulai saat itu sedikit siswa yang memberikan setorannya disitu, mungkin mereka takut atau apalah. Tapi yang jelas toilet tersebut merupakan toilet favoritku.

Kok malah ngomongin toilet sich???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s