Aku Tertarik akan Dia ‘Part 2’

Kini aku memiliki handphone sendiri. Yah hasil jerih payah orang tuaku juga sih.

Eh teman-teman no kalian berapa. Aku minta leh pa gak??” pintaku pada teman-teman satu kelas.

Wah dah punya hp baru nih. Ni nomerku” jawab temanku dengan memberikan nomernya padaku.

Ku beranikan diri tuk dekati dia, dengan tangan gemetar aku meminta nomor hpnya. Diapun tersenyum, dan aku catat nomornya. Betapa bahagia hatiku, karena kini aku dapat berhubungan dengannya.

Malam ini aku mulai mengirimi dia sms, yah walau Cuma sebatas pelajaran namun aku sudah senang.

hai pa kabar ni aku Ignaz

kutulis kalimat itu, dan kukirim melalui pesan singkat.

Eee. Ignaz tow. Baek aja nich. O ya PR buat besuk paan???

balasan yang kuterima 5 menit kemudian.

Huh, 2 jam aku dan dia saling mengirim pesan, hingga lupa belajar. Haripun sudah gelap, acara televisi mulai untuk orang dewasa. Dengan mata yang setengah terbuka aku menutup percakapan melalui pesan, dan kukatakan selamat malam padanya.

Kulangkahkan kaki ke tempat tidur dan pejamkan mata. Akhirnya, alam mimpipun hampiri aku. Yah, entah karena terlalu suka dan bayangkan dia ataupun apalah, aku impikan dia dalam istirahat malamku. Tersenyumlah aku dalam tidur indah itu.

Mentari sudah menunggu di ufuk timur. Bangunkanku tuk berangkat sekolah. Seperti biasa, ku bersekolah dengan senang walaupun kan ada kejutan dalam hari-hariku. Entah tidak membuat PR ataupun ulangan mendadak. Yah, beginilah sekolah di SMP favorit, penuh PR dan ulangan. Untung saja teman-temanku sangat kompak, kami saling membantu dalam mengerjakan PR dan kadang-kadang ulangan.

Pekerjaanpun mulai banyak, dari yang individu maupun kelompok. Akupun senang karena ku selalu bersama dia dalam kelompok. Entah kebetulan maupun sengaja. Satu kelompok dengannya sangatlah mengasyikan, walau dia jarang bekerja, namun cukuplah membantu dalam selesaikan tugas.

Lain hari aku merasa ingin mencoba dengan kelompok lain, namun apa yang kurasakan berbeda. Kelompok ini terasa asing bagiku. Mungkin karena baru pertama kali. Namun tidak hanya itu, dengan kelompok yang ini aku selalu terbayang-bayang akan raut wajahnya yang manis dan sikap polosnya. Aku ingin kembali dengan dia dan teman-temannya.

Keputusan mencoba dengan kelompok lain buatku semakin yakin jika ku tertarik padanya. Namun, ku merasakan perubahan dengannya ketika diri ini tak bersama dia dalam satu kelompok. Dia agak jauh. Entah hanya pikiran, perasaan atau apakah itu, yang jelas hati ini ingin dekat dengannya.

Kubulatkan tekadku tuk dekati dia. Dalam semester 2 ini, HP-nya selalu mendapat pesan dariku. Entah saran untuk belajar atau apapun itu.

Bersambung….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s