‘Aku Tertarik akan Dia’ Part 1

Juli, akupun masuk ke SMP baru, kutemui banyak teman yang baru saat itu. 3 minggu sudah aku disekolah baru aku mulai kenal satu sama lain. Hingga suatu saat aku menyadari ada teman yang sepertinya tidak asing lagi bagiku. Yah dialah teman TK-ku yang dulu, sangat dekat dengaku. Tak kuduga kami dipertemukan kembali di bangku SMP setelah 6 tahun kami berpisah.

“ Hai, kamu dulu TK-nya Marsudirini pa gak?” tanyaku padanya.

“Iya, Lho kamu kok tau. Kamu Ignaz to.” Jawabnya.

 

Sungguh bahagianya aku saat itu karena dia masih ingat aku. Aku tak tahu mengapa bisa sebahagia itu.

“Eh, aku dulu juga satu TK ma kamu lho.” Sahut temanku yang lain.

“ aku juga lho” tambah beberapa temanku saat itu. Aku menjadi salah tingkah waktu itu.

 

Dirumah aku mencari-cari fotoku semasa TK, namun tak kutemukan foto dimana aku satu kelas dengan dia. Akupun kecewa. Aku mulai mengingat masa-masa dulu dan aku menjadi ingin tertawa lebar kala itu.

 

Esoknya aku terkejut kala ia berkata

”Eh aku punya lho fotomu waktu TK”.

Hatiku bertanya-tanya apakah dia berkata jujur. Sayang ketika aku ingin bertanya bel istirahat berbunyi, pertanda pelajaran dimulai kembali. Dalam keseriusan belajar pikiranku melayang padanya. Entah kenapa aku menjadi begini.

 

4 bulan sudah kami di SMP, waktu itu tidak terasa lama bagiku. Tibalah saatnya kami berziarah sesuai agenda sekolah. Sekolah memilih Ambarawa sebagai tempat ziarah dan berwisata di Kopeng. Setiap kelas berangkat dengan sebuah bus besar. Bewarna putih dengan ac yang dingin dan juga vcd serta TV sebagai hiburan dalam perjalanan.

 

Sang sopir mulai memanasi sang kotak besi berjalan yang akan kami tumpangi. Kami siap melaju dan berziarah. Aku duduk dikursi tengah sedangkan dia bersama 2 temannya di belakang sopir. Karena kami juga berwisata, aku tak lupa membawa kameraku yang kecil.

 

Ku melangkah maju untuk mengambil gambar teman-teman sekelas.

“Woii, aku difoto dong” teriak teman yang duduk dibelakang.

“Iya-iya, ayo pose sak elek-eleke, Satu dua ti…. Eh sorry belum aku buka. Yuk ulangi one, two, …..”(jepret) kuambil gambar temanku.

 

“eh Naz, mbok kita ya difoto”

“Wokey, cepet ya.”

“bentar-bentar aku mau betulin rambut. He13”

“dah siap kan sa…tu, du…. “ kuambil gambarnya pada hitungan satu setengah.

 

Hatiku semakin bahagia saat itu namun aku tidak tahu apa yang aku rasakan saat ini.

 

Kamipun pulang dari ziarah, kembali kerumah untuk hilangkan kelelahan hari ini. Aku tidak bisa tidur. Aku terus pikirkan dia.

“apa dia juga pikirkan aku???” pertanyaan bodoh yang keluar dari hatiku. Hingga tidurpun terus pikirkan dia dan iapun masuk dalam mimpiku.

“kenapa ini terjadi padaku” tanyaku pada diri ini. Ku coba hilangkan dia sejenak dari otakku.

 

Hari berganti, tahunpun jadi baru, sekolah dimulai kembali. Bertemu dengannya buat jantung ini berdebar kencang.

“Kenapa aku ini? Ada apa denganku?” hatiku terus bertanya. Saat itu hanya aku yang tahu apa yang aku rasakan. Walau tidak sepenuhnya tahu apa itu. Aku mulai dekat dengan dia. Sebuah getaran semakin terasa dalam relung hatiku. Teman-teman sekelaspun mulai menjodohkan aku dengannya, karena kedekatan kami. Namun aku merasa sebal pada mereka, walau sebetulnya aku senang.

 

Bersambung ……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s