Pelayanan Terhadap Sesama

By Radian

Filipi 1:3 – 11 dituliskan bagaimana Paulus selalu bersyukur dan mendoakan kita dan juga ia menyatakan bahwa segala sesuatu yang Tuhan mulai akan Tuhan selesaikan juga, dan kita sebagai anak-anak-Nya memiliki tugas untuk meneruskan karya pelayanan Tuhan yang telah di mulai oleh Putra-Nya yang tunggal Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam peristiwa pembasuhan kaki (Yoh 13: 1 – 17) yang disana tidak disebutkan ketika perjamuan terakhir, Yesus sendiri sebagai seorang Guru dan Tuhan mau turun dan melepaskan jubah-Nya hanya unutk membersihkan kaki para rasul. Sekarang inisulit kita temukan seseorang yang mau turun atau terjun langsung untuk melayani sesama kita yang lemah.

Yesus sendiri pada waktu itu mengajarkan pada kita bahwa seorang pemimpin haruslah mau untuk melayani anak buahnya atau orang yang ia pimpin. Sebagai contoh kita dapat melihat dalam kehidupan belajar dan mengajar sehari-hari, seorang ketua kelas yang memimpin kelas haruslah rela berbagi waktu, pikiran, tenaga, dsb demi memajukan kualitas kelas yang ia pimpin, dengan memanggil guru ketika jam kosong dengan mengajak untuk lebih serius dalam belajar misalnya. Dan hal tersebut dapatlah kita sebut sebagai pelayanan.

Pertanyaannya, apakah hanya pemimpin yang harus kita tuntut untuk selalu melayani kita? Tentu saja tidak karena kita sebagai orang yang mau dipimpin juga harus rela untuk mendukung segala keputusan dengan tentunya mendasarkan dengan tujuan kita mau dipimpin olehnya.

Mengapa Yesus hanya membasuh kaki para rasul bukan seluruh badan mereka? Yesus hanya membasuh kaki rasul-rasul karena ia tahu jika pada bagian kakilah yang sering terkena kotoran dan sulit untuk kita lihat dan sering kita lupa membersihkannya. Dan Ia tahu jika kita telah mandi kita sudahlah bersih.dalam hal ini kita dilatih untuk melayani orang lain dengan melakukan apa yang sulit atau sukar mereka lakukan.

Bagaimanakah cara kita melayani? Kita melayani bukan dengan membasuh kaki mereka yang kotor seperti yang tertulis dalam kitab suci, namun kita melayani dengan cara berkorban dan berbagi kepada sesama kita yang membutuhkan. Seperti dalam pertemuan sebelumnya, kita haruslah berbagi sekecil apapun yang kita bagi kepada mereka, dan sekarang saatnya kita mulai terjun lebih dalam dengan melayani sesama. Seorang pelayan bukan berarti seorang yang rendah, karena kita sendir tahu tanpa seorang pelayan kehidupan kita tidak dapat berjalan dengan lancar. Guru dan dosen adalah contoh pelayan dalam bidang pendidikan, Polisi, hansip, petugas keamanan merupakan orang yang melayani kita untuk mengamankan kita dari tindakan buruk. Perawat dan para medis kita butuhkan untuk melayani ketika kita jatuh sakit. Para pejabat, wali/wakil kota, menteri dan presiden/wakil presiden merupakan pelayan-pelayan rakyat dalam memajukan pembangunan bangsa dan negara, mereka melayani dengan mengorbankan waktu, pikiran, tenaga, dan uang untuk menjadi pelayan kita semua. Dan sesungguhnya segala macam pekerjaan yang ada di sekitar kita ini merupakan contoh konkret dari sebuah pelayanan terhadap umat manusia.

Marilah kita selalu melayani sesama terutama bagi mereka yang selalu membutuhkan bantuan dari kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s