Ekaristi Sebagai Dasar Spiritualitas Berbagi Narasumber: Rm. Martasudjita

Perayaan Ekaristi  adalah perayaan hidup Allah yang dibagi-bagikan pada kita.

Terdapat 9 hal penting dalam Ekaristi, yaitu:

Pengalaman

Jika dilihat dari kehidupan dan pengalaman keseharian kita, ternyata kita ini hidup melalui berbagi. Kita dapat selalu hidup karena kita rela dan memiliki semangat berbagi dengan orang lain. Misalnya; seorang anak kecil dapat tumbuh menjadi dewasa karena orang tua mau berbagi kasih dalam mendidik, membimbing, memberi makan. Dalam memakan sesuatu, kita juga telah berbagi rejeki, tenaga, dan ketika kita makan, makanan harus kita bagi dahulu agar dapat kita telan. Pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya akan ada jika terdapat orang yang mauberbagi. Dan dari berbagi tersebut kita membuahkan kebahagiaan tersendiri.

Hidup Allah yang Dibagikan

Pencitaan dunia/alam lingkungan berasal dari ungkapan hidup dan kemuliaan Allah sendiri. Oleh sebab itu penciptaan diri kita ini merupakan buah kasih Allah (Ex Amore Dei). Segala bentuk penyelamatan dan penebusan yang Tuhan berikan kepada kita berasal dari Allah yang membagikan hidup-Nya.

Hidup Kristus yang Dibagikan

Karena cinta-Nya, Allah mengutus anak-Nya keduia untuk menyelamatkan (Yoh 3:16). Hal tersebut terlihat dalam Misteri Paska (=Peristiwa hidup Kristus yang dibagikan agar kita hidup). Pada Misteri Paska, terdapat sebuah penebusan yang memiliki makna yaitu hidup Allah yang dibagikan agar kita ambil bagian dalam hidup Allah. Surga yang sering kita bicarakan merupakan kesatuan dari hidup Allah. Agar kita dapat mencapai surga maka haruslah iman kita percaya akan Yesus Kristus.

Bagaimana Hidup Kristus Dibagikan?

Misteri Paska sampai pada diri kita masing-masing karena berbagai sakramen yang berpuncak pada Ekaristi. Hal tersebut dijamin oleh Tuhan sendiri ketika melakukan perjamuan terakhir dengan berkata “Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku” (Luk 22:19).

Oleh sebab itu segala lambang yang dibuat dalam sakramen harus sedekat mungkin dengan yang dibuat dan dilakukan Yesus sendiri.

Ekaristi = Kenangan Tuhan

Dalam bahasa Yunani disebut Anamnese atau Memoriam dalam bahasa Latin yang keduanya berarti kenangan yang memiliki makna daritradisi Biblis bukan hanya sekedar daam ingatan. Kenangan tersebut harus terjadi dalam tindakan (In Action) agar hadir kini dan di sini. Ekaristi bertujuan agar hidup Kristus yang dibagikan sampai kepada kita, Gereja dan mengena di setiap pribadi. Maka ekaristi sebagai penhubung masa dimana kehidupan Yesus dahulu dan masa sekarang ini.

Perayaan Ekaristi (Liturgis)

Dalam arti liturgis, Ekaristi berarti merayakan hidup Allah yang dibagikan. Terdapat berbagai bentuk Ekaristi (Perayaan seluruh gereja dalam simbol yang dibagikan) antara lain:

  • TPE, Karya Gereja, Tradisi Suci, Tahta Suci, KWI, para ahli, umat di Indonesia
  • Para petugas liturgi (Imam, Diakon, Misdinar, dsb)
  • Bahan-bahan perayaan (hosti, anggur, dsb)
  • Tata ruang dengan seluruh peralatan (lilin, dll)
  • Dsb

3 (Tiga) Faktor Pokok untuk Merayakan Ekaristi yang Baik

  • Disposisi Umat (Persiapan Umat)
  • Teks Perayaan Ekaristi (TPE)
  • Para Petugas

Dan ketiga faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain.

Bagaimana Menyiapkan Disposisi Batin Kita?

Kita menyiapkan Disposisi batin dengan menggalahkan hidup devosi. Devosi ini menekankan afeksi, rasa cinta, bakti dan hormat. Dalam gereja Katolik (gereja kita) kaya sekali akan Devosi. Misalnya: Devosi kepada Hati Kudus Yesus, Devosi Bunda Maria, Devosi Kerahiman Illahi, dsb. Dalam konteks Ekaristi terdapat devosi ekaristi juga, antara lain: Adorasi Ekaristi, Prosesi, Kongres Ekaristi, Visitasi, doa syukur.

Bagaimana Menghidupkan Devosi dalam Keluarga?

Menghidupkan Devosi dalam keluarga dengan cara mengembangkan rasa cinta dan hormat kita kepada Tuhan, orang suci dan juga kepada sesama. Teladan dari ornag tua ketika berdevosi serta kebiasaan berdoa bersama dalam keluarga seperti devosional keluarga dapatlah menghidupkan devosi dalam keluarga. Serta dipasangnya berbagai patung orang kudus di sekitar rumah, disediakannya buku-buku rohani, dan mengikuti kegiatan liturgi juga dapat menghidupkan Devosi dalam keluarga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s