Kerja Keras dan Kesabaran

oleh: Radian

Kita dalam menjalani kehidupan tidaklah selalu berjalan dengan lancar seperti apa yang kita harapkan. Mungkin dalam kehidupan kita selalu berhadapan dengan segala sesuatu yang tidak kita kira. Hal itu dapat bersifat menguntungkan atau merugikan kita. Kita sebenarnya tidak menginginkan itu terjadi, namun kita tidak bisa meninggalkan hal tersebut begitu saja tanpa kita menjalaninya. Lalu mungkin kita akan bertanya, ‘Bagaimana caranya kita bisa melewati hal itu?’. Pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan sederhana dan membutuhkan jawaban yang sederhana juga. Jawabannya adalah dengan “Bekerja keras dan sabar dalam menghadapinya’. Jawaban tersebut dapat kita katakan dengan sangat mudah, namun bagaimana dengan tindak lanjutnya apakah kita hanya berkata demikian saja. Tentu saja tidak. Jawaban memang mudah diungkapkan namun tindakan begitu sulit. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa contoh berikut yang dapat diambil dari Kitab Suci, kehidupan nyata, dan film-film.
Kita lihat dahulu contoh-contoh yang ringan, misalnya dari Film-film yang dipertayangkan di stasiun-stasiun televisi. Mungkin sekilas kita hanya menganggapnya sebagai hiburan belaka namun bila kita cermati ternyata ada banyak pesan didalamnya.

Contohnya seperti pada sinetron yang tahun lalu diputar dalam masa natal. Sinetron tersebut adalah “Nayla”. Mungkin kalian semua telah tahu sinetron tersebut. Dalam kisah tersebut ada berbagai permasalahan yang besar. Misalnya penyakit yang diderita oleh Nayla yaitu Ataxia. Dalam kisah tersebut ditunjukan kegigihan Nayla yang tetap berusaha belajar di sekolah favorit dalam kondisi hampir lumpuh.  Selain itu juga ada Moses, kekasih Nayla yang tetap mau menjadi kekasihnya walaupun orangtuanya tidak setuju. Namun karena kesabaran dan usaha keras yang dilakukan Nayla dalam hidupnya menjelang ajal, iapun akhirnya kembali kerumah Bapa dengan menggembirakan dan keinginan yang ia dambakan terwujud yaitu menikah. Selain itu kenangan hidup Nayla yang dibukukan membuat semua orang menjadi lebih bersemangat dalam hidup dan selalu bersyukur.
Bila kita membaca dari Kitab Suci ada banyak sekali contoh tentang kerja keras dan kesabaran. Hal tersebut dialami dari jaman nabi-nabi, Yesus, dan juga para pengikut Yesus.

1. Nabi Adam

Pada Kitab Kejadian bab 3, kita mendapatkan kisah nabi Adam yang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya karena telah jatuh kedalam dosa akibat memakan buah terlarang.

2. Nabi Nuh:

Pada kitab Kejadian bab 6-9 terdapatlah kisah nabi Nuh ketika menghadapi air bah. Nuh seorang Nabi yang tetap bekerja keras dan bersabar dalam menghadapi lingkungan sekitarnya yang banyak berbuat dosa. Hal tersebut juga ditunjukkan ketika Tuhan meminta untuk membuat Bahtera untuk menyelamatkan keluarganya dari air bah. Iapun tetap membuat Bahtera tersebut walau banyak kecaman dan hinaan yang dilontarkan pada dirinya karena membuat perahu di atas bukit. Namun setelah perahu itu selesai dibuat dan ketika air bah turun. Semua usaha dan kesabaran yang dimiliki nuh tidaklah sia-sia, ia beserta seluruh keluarga dan berbagai hewan yang dibawanya selamat dan dapat menjalani kehidupan baru.

3. Nabi Abraham

Pada Kitab Kejadian mulai dari bab 12 hingga bab 25 ayat 11. juga terdapat kisah Nabi Abraham ketika bekerja keras mencari tanah terjanji. Abraham merupakan seseorangyang diutus Tuhan bersama sanak saudaranya menuju tanah terjanji. Dalm perjalanan mencari tanah terjanji ia melalaui berbagai permasalahan. Namun karena ketaatannya akan Allah ia mampu menhadapi semua itu. Setelah umurnya 100 tahun Abraham baru memiliki keturunan.

4. Nabi Musa:

Pada Kitab Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Diceritakan bahwa Nabi Musa dengan sabar dan kerja kerasnya menyelamatkan bangsa Israel dari penindasan Bangsa Mesir. Sebetulnya Musa dididik dan dibesarkan oleh putri Firaun yang merupakan pimpinan Bangsa Mesir. Namun karena diutus Tuhan dan melihat kekejaman Bangsa Mesir terhadap Bangsa Israel, ia membimbing Bangsa Israel untuk pergi ke tanah terjanji. Dalam perjalananpun Musa mengalami berbagai tantangan karena ketidakpercayaan Bangsa Israel akan Allah. Walaupun Musa meninggal sebelum sampai ke tanah terjanji namun akhirnya abdi Musa, Yosua, dapat membimbing Bangsa Israel ke tanah terjanji dan peraturan yang diberikan oleh Musa menjadi Hukum Taurat bagi Agama Yahudi hingga sekarang.

5. Isa Almasih (Yesus)

Ada banyak Kitab yang menuliskan tentang riwayat Yesus, misalnya Kitab Yohanes, Kitab Lukas, Kitab Markus, Kitab Matius, Kitab Petrus, Kitab Yudas, dan masih banyak lagi. Namun yang diakui dan disebarkan sebagai injil hanyalah 4 Kitab saja yaitu Kitab Yohanes, Kitab Lukas, Kitab Markus, Kitab Matius.
Yesus bekerja keras untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa. Yesus merupakan pribadi yang menarik karena berita kelahirannya tersiar hingga ke penjuru dunia. Yesus merupakan Sang Mesias, Sang Juru Selamat. Kehidupan Yesus sangatlah berbeda dengan kehidupan orang biasa. Ia hidup pada masa penjajahan Bangsa Romawi, dan pemerintahan Ponsius Pilatus. Ia hidup di bumi untuk menebus dosa umat manusia, namun hal tersebut sangatlah sulit dan Iapun harus rela dihina, difitnah, sengsara, dan wafat di kayu salib yang bagaikan penjahat terkeji. Namun, Yesus rela melakukan itu semua demi menghapus dan menyelamatkan kita dari dosa.

6. Paulus

Riwayat Paulus dapat kita baca pada Kitab Kisah Para Rasul. Paulus merupakan orang yang bekerja keras dalam menyampaikan atau mewartakan injil kepada orang bukan Yahudi. Hal ini dapat kita lihat pada karya-karya rasul Paulus yang berupa surat-surat kepada orang-orang bukan Yahudi. Surat-surat tersebut berjumlah sekitar 14 surat.

Sebenarnya Paulus dahulunya adalah orang yang megejar-ngejar pengikut Yesus untuk di bunuh dan dahulu namanya Saulus. Namun ketika dalam perjalanan ke Damsyik Saulus mengalami pencerahan dan Tuhan hadir padanya pada saat itu. Karena Tuhan mendatangi Saulus dalam terang yang menyilaukan maka mata Saulus menjadi buta. Tuhan pun menyuruh Saulus untuk pergi ke dalam kota dan bertemu dengan Ananias untuk disembuhkan.

Oleh karena pengalaman tersebutlah Saulus berganti nama menjadi Paulus dan ia mewartakan injil kemanapun bersama dengan Petrus murid Yesus. Namun dalam perjalanan mewartakan injil ia menghadapi berbagai tantangan dan iapun dipenjarakan. Akan tetapi karena ia sudah bertekad untuk memberitakan injil, di dalam penjara ia tak segan-segan untuk selalu menulis pemberitaannya itu dalam bentuk surat dan dikirimkan ke berbagai tempat.

Jikalau kita kecewa akan kesabaran yang kita lakukan kita dapat menjadi seperti Yudas Iskariot. Yudas juga merupakan seseorang yang sabar. Dalam hidupnya, Yudas selalu menunggu Sang Mesias. Ia ingin setelah bertemu Sang Mesias, ia akan meminta bantuan padanya. Dan penantiannya yang begitu diharapkanpun terjadi. Yudas bertemu dengan Yesus dan ia mengikuti-Nya kemanapun pergi hingga ia menjadi murid-Nya. Namun setelah beberapa lama ternyata harapan bahwa mesias akan membantu hidupnya untuk balas dendam justru berlawanan dengan yang diajarkan oleh Yesus. Yudaspun kecewa telah mengikuti Yesus dan berpikir jika Yesus tidak memenuhi harapannya iapun akhirnya menyerahkan Yesus ke imam kepala dengan menjualnya. Walaupun sebenarnya Yudas tidak tahu jika Yesus akan dihukum mati. Maka dari itu iapun juga sedih telah memberi keberadaan Yesus. Dari rasa bersalahnya dan kesadaran akan perbuatannya iapun menggantung diri.

Kadang dalam kehidupan akhir-akhir ini jiga dapat menjadi contoh akan kerja keras dan kesabaran. Berikut merupakan contoh-contohnya:

  1. Pada masa Bangsa Indonesia masih dijajah, para pejuang-pejuang bangsa dengan sabarnya tetap menunggu kesempatan kapan menyerang penjajah agar dapat terlepas dari jajahan dan menjadi Bangsa yang merdeka. Ketika kesempatan itupun tiba merreka segera bekerja keras memerangi penjajah walaupun harung berkorban nyawa. Tetapi kerja keras mereka pun tak sia-sia karena akhirnya Bangsa ini merdeka.
  2. Pada masa sekarang ini pun kita masih menunggu dalam kesabaran namun kita juga tetap bekerja sekeras mungkin agar perubahan Bangsa ini menjadi lebih baik.
  3. Dalam diri kita sendiripun sekarang kita juga masih menanti dengan kesabaran dan berjuang ekstra keras. Mengapa saya katakan demikian karena jika dipikir-pikir kita ini bersekolah hanya untuk mendapatkan ilmu. Namun ilmu tersebut harus didapat dengan belajar keras dan bersekolah. Dan jika kita bersekolah, tujua kita yang utama adalah lulus dari sekolah agar dapat mendapatkan pengetahuan di jenjang berikutnya. Walaupun kelulusan hanya ditentukan dalam wahtu yang singkat, mungkin hanya 3 hari namun kita harus menunggu kelulusan itu selama 3, 4, bahkan 6 tahun. Dalam menunggu itu kita dituntut untuk selalu belajar, bukankah dalam menunggu perlu kesabaran dan dalam belajar perlu kerja keras.

Baiklah untuk menyingkat waktu, saya akan menyimpulkan berbagai contoh yang saya sebutkan diatas, kesimpulanya antara lain:

  1. Kerja keras sangatlah diperlukan untuk hidup lebih baik, dan menggapai impian kita dan tugas kita didunia ini.
  2. Kerja keras tidaklah sia-sia karena dengan itu kita akan mendapatkan hasil yang kita capai.
  3. Persoalan yang datang ke diri kita tidaklah merugikan namun dapat menguntungkan bila dalam menghadapinya dengan sabar dan kerja keras.
  4. Menunggu dengan kesabaran tidaklah menjenuhkan bila dalam menunggu kita selalu bekerja.
  5. Sesuatu yang kita lakukan dan berakibat buruk bagi kita haruslah kita terima dengan sabar dan kita kerjakan tanggung jawab kita dengan sungguh-sungguh.
  6. Musibah atau penderitaan yang datang tanpa kita sadari dan bukan dari hasil dari perbuatan kita hendaklah jangan kita kutuki namun kita syukuri. Karena sebetulnya musibah itu adalah rencana Tuhan yang baik bagi kehidupan kita mendatang entah waktu didunia atau alam baka.
  7. Kesabaran dan kerja keras dapat mengubah sesuatu yang mustahil menjadi kenyataan.
  8. Penantian yang salah dan harapan yang salah tanpa usaha keras untuk memaknai hidup akan mengakibatkan kerugian yang besar bagi diri sendiri.
  9. Kehidupan di dunia merupakan kesempatan kita untuk bekerja lebih baik untuk menempati tanah terjanji yaitu Sorga.
  10. Hinaan, celaan, kesusahan dan penderitaan dari kehidupan akan menjadi baik jika kita mampu mempertahankan pendirian kita akan keyakinan yang menyelamatkan asal kita menghadapinya dengan sabar dan berusaha untuk meyakinkan mereka yang mengganggu kita bahwa tindakan kita adakah hal yang baik bagi kita.

Mungkin cukup sekian kesimpulan dari saya. Dan saya yakin kesimpulan yang didapat dari contoh-contoh tadi tidaklah hanya ini namun akan bertambah semakin banyak sebagaimana kita memahami dan mendalami kisah-kisah seperti tadi. Jika ada sesuatu yang kurang berkenan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Sekian dan terima kasih.

Surakarta, 10 January 2007

2 pemikiran pada “Kerja Keras dan Kesabaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s